alexametrics

Harga Minyak Melambung Tinggi, Sri Mulyani Sebut Bakal Pengaruhi Subsidi

loading...
Harga Minyak Melambung Tinggi, Sri Mulyani Sebut Bakal Pengaruhi Subsidi
Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan melonjaknya harga minyak mentah dunia belakangan ini setelah serangan drone ke fasilitas kilang minyak Arab Saudi bakal mempengaruhi subsidi BBM di APBN. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan melonjaknya harga minyak mentah dunia belakangan ini setelah serangan drone ke fasilitas kilang minyak milik Arab Saudi bakal mempengaruhi subsidi BBM di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Memanasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah membuat salah satu yang mengerek harga minyak dunia.

"Kalau dilihat dari APBN (2019) asumsi selama ini kan malah lebih rendah. Kami melihat bahwa, pertama kalau koreksi yang sifatnya jangka pendek mungkin masih bisa," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Mantan Direktur Bank Dunia ini menambahkan, dirinya akan lebih memperhatikan dampak jangka menengah dan jangka panjang . Dinamika stabilitas keamanan dan politik di Timur Tengah juga menjadi sorotan Menkeu.



"Yang harus kita perhatikan mungkin lebih kepada dampak jangka menengah panjang, yaitu dinamika stabilitas keamanan dan politik di Timur Tengah. Karena ini biasanya yang selama ini terjadi, ketegangan-ketegangan dan perang itu kan di luar Saudi Arabia yang merupakan pusat besarnya. Kalau sekarang sudah ada di dalam," jelasnya.

Dia pun menambahkan, akan memmperhatikan kebijakan relaksi dari negara-negara perkasa seperti Saudi Arabia, Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara lainnya. "Ini akan merupakan sesuatu yang akan kita lihat reaksinya dari Saudi, dari Amerika Serikat, Iran, dan segala macam yang merupakan suatu kombinasi yang tidak hanya akan punya sentimen. Tapi betul-betul konstelasi politik dan keamanan jadi itu yang akan menjadi fokus kita," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak