alexametrics

Anggaran Kementan Tahun 2020 Rp21,05 Triliun

loading...
Anggaran Kementan Tahun 2020 Rp21,05 Triliun
Anggaran Kementan Tahun 2020 Rp21,05 Triliun. (Dok. SINDO).
A+ A-
JAKARTA - Komisi IV DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2020 sebesar Rp21,05 triliun. Jumlah ini lebih rendah jika dibandingkan anggaran 2019 sebesar Rp21,71 triliun.

Anggaran tersebut ditetapkan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta jajaran di ruang rapat Komisi IV DPR RI, Jakarta, kemarin. “Komisi IV DPR RI menyetujui RAPBN TA 2020 sebesar Rp21,05 triliun,” kata Ketua Komisi IV DPR Eddy Prabowo seperti dikutip situs dpr.go.id.

Menurut Eddy, anggaran tersebut bersumber dari rupiah murni sebesar Rp20,78 triliun dan rupiah murni pendamping sebesar Rp5,15 miliar. “Kemudian pendapatan negara bukan pajak sebesar Rp171,86 miliar, serta pinjaman dan hibah luar negeri sebesar Rp96,71 miliar,” kata Eddy saat membacakan kesimpulan rapat.



Selain itu, Komisi IV DPR RI juga menyetujui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pertanian tahun 2020 sebesar Rp1,5 triliun yang terdiri dari DAK Provinsi Rp384 miliar dan DAK Kabupaten/Kota sebesar Rp1,116 triliun.

Tidak hanya itu, Komisi IV DPR RI juga menyetujui alokasi anggaran subsidi pupuk tahun 2020 sebanyak 7.949.303 ton atau setara dengan Rp26,627 triliun. Adapun rinciannya adalah urea sebanyak 3.274.000 ton atau setara Rp11,348 triliun, SP-36 sebanyak 500.000 ton atau setara dengan Rp1,658 triliun, ZA sebanyak 2.705.000 ton atau setara dengan Rp11,128 triliun, dan pupuk organik sebanyak 720.000 ton atau setara dengan Rp1,142 ton.

Pada kesempatan itu, Komisi IV DPR RI juga mendesak pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk segera menyelesaikan kurang bayar subsidi pupuk sebesar Rp9,818 triliun.

Diketahui, anggaran Kementan terus turun dari tahun ke tahun. Anggaran Kementan tertinggi pada 2015, yaitu Rp32,72 triliun. Kemudian pada 2016 turun jadi Rp27,72 triliun, 2017 jadi Rp24,23 triliun, 2018 turun lagi jadi Rp23,9 triliun dan 2019 jadi Rp21,71 triliun.

Apresiasi Kementan
Dalam rilis yang diterima KORAN SINDO, DPR mengapresiasi kinerja Kementan selama lima tahun terakhir. Berbagai program pembangunan pertanian yang dilakukan Kementan dinilai berdampak besar terhadap kemajuan dan peningkatan produksi pangan di Indonesia. “Program Tani Millenial contohnya, saya sangat senang sekali bagaimana cara Kementan memotivasi anak muda untuk bertani dengan mekanisasi yang sudah disiapkan,” ujar Edhy.

Menurut Edhy, program lain yang juga penting untuk dipertahankan adalah sistem pengawasan pertanian terintegrasi dari hulu sampai hilir. Sistem ini merupakan tolak ukur dari suksesnya program seperti Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) dan program lain seperti Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus SIWAB).

Tinggal sekarang koordinasi dengan kementerian lain seperti PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) untuk membantu dan mendukung jalannya program tersebut. “Saya pikir ini sudah bagus ya, kita lihat program Serasi sudah dilakukan di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan dan di beberapa daerah lain. Yang paling hebat lagi, produksi beras yang dipanen jauh lebih bagus,” katanya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan menambahkan Kementan merupakan salah satu kementerian terbaik di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla. “Untuk program yang diluncurkan Kementan menurut saya sudah top,” katanya.

Anggota Komisi IV DPR Efendi Sianipar juga mengapresiasi kehadiran dan keberpihakan Kementan pada petani desa di seluruh nusantara. Menurut dia, keberpihakan itu terlihat dari distribusi benih, bibit hingga alat mesin pertanian (alsintan).

“Khususnya di dapil saya di Riau. Di sana itu, masyarakat terkagum-kagum dengan keberpihakan pemerintah yang menyediakan berbagai fasilitas dan bantuan. Artinya, masyarakat bangga menjadi petani karena kehadiran Kementan dalam setiap persoalan,” katanya.

Anggota Komisi IV DPR lainnya, Muhammad Nasyit Umar menyatakan upaya pemerintah dalam membangkitkan kembali sektor pertanian Indonesia sudah berada di level yang cukup tinggi. Pasalnya, selama ini produksi pertanian cenderung naik, bahkan mampu ekspor ke berbagai negara.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan terimakasih atas dukungan DPR dalam menyukseskan semua program di Kementan. “Ke depan, kami akan memperbaiki apa-apa saja yang menjadi kekurangan dan meningkatkan apa-apa saja yang menjadi capaian,” ucapnya. (Sudarsono)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak