alexametrics

IHSG Merayap Tipis Iringi Laju Mixed Bursa Asia

loading...
IHSG Merayap Tipis Iringi Laju Mixed Bursa Asia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merayap tipis pada akhir perdagangan, Selasa (17/9/2019) untuk melengkapi raihan positif sepanjang hari ini. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merayap tipis pada akhir perdagangan, Selasa (17/9/2019) untuk melengkapi raihan positif sepanjang hari ini. Hingga sesi penutupan, IHSG menanjak naik 17,25 poin atau 0,28% di level 6.236,69.

Sebelumnya pada perdagangan sesi I siang tadi, bursa sahan Tanah Air bertengger pada level 6.223,09 usai mendapatkan tambahan 3,66 poin atau setara dengan 0,06%. Di awal sesi, IHSG menanjak 16,340 poin atau 0,263%menjadi 6.235,77 poin dari penutupan Senin (16/9) 6.219,43.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp13,12 triliun dengan 19,40 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp684,62 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp4,67 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,99 triliun. Tercatat sebesar 236 saham menguat, 195 melemah dan 194 stagnan.



Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) bertambah Rp130 menjadi Rp2.180, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik Rp75 menjadi Rp7.750 serta PT XL Axiata Tbk. (EXCL) meningkat Rp60 menjadi Rp3.440.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp225 menjadi Rp6.475, PT Kedawung Setia Industrial Tbk. (KDSI) menyusut Rp70 menjadi Rp1.475 dan PT Propertindo Mulia Investama Tbk. (MPRO) berkurang Rp65 ke level Rp725.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, perdagangan bursa Asia bergerak mixed saat investor bergerak hati-hati menyusul meningkatnya harga minyak serta ketegangan geopolitik yang memanas. Indeks Nikkei Jepang menghapus kerugian sebelumnya untuk menyelesaikan fraksional lebih tinggi pada posisi 22.001,32 saat indeks Topix mendapatkan tambahan 0,29% menjadi 1.614,58.

Sedangkan indeks Kospi di Korea Selatan cenderung flat usai hanya merangkak naik 0,01% ke posisi 2.062,33. Pada awal pekan kemarin, Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat telah mencapai perjanjian perdagangan awal dengan Jepang terkait tarif dan perdagangan digital yang tidak akan memerlukan persetujuan Kongres.

Bursa utama Australia yakni ASX juga membalik kerugian sebelumnya dengan dorongan 0,33% hingga 6.695,30 karena sebagian besar sektor mulai pulih. Subindeks energi meningkat 1%. Pasar daratan China berbanding terbalik ketika Komposit Shanghai anjlok hingga -1.74 menjadi 2.978,12 diikuti penurunan komposit Shenzhen sebesar 2% di level 1.651,35.

Hong Kong, indeks Hang seng turun 1,23% pada perdagangan sore hari menjadi 26.790,24. Minyak tetap menjadi perhatian utama setelah harga melonjak di sesi sebelumnya. Harga minyak mentah berjangka West Texas memperoleh lebih dari 14%, mencetak lonjakan terbesar satu sejak 2008. Patokan internasional Brent juga melonjak lebih dari 14%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak