alexametrics

Akhir September, Produksi Minyak Arab Saudi Pulih Secara Penuh

loading...
Akhir September, Produksi Minyak Arab Saudi Pulih Secara Penuh
Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman (tengah) mengatakan produksi minyak Arab Saudi akan pulih sepenuhnya pada akhir September. Foto/Reuters
A+ A-
JEDDAH - Kerajaan Arab Saudi menegaskan bahwa produksi minyak mereka yang terbakar akibat serangan drone, akan pulih secara penuh pada akhir September. Sehingga para pelanggan akan mendapat suplai seperti sediakala. Saat ini, Arab Saudi telah berhasil memulihkan 70% kilang yang rusak.

Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, mengatakan pada Selasa (17/9/2019) waktu setempat, bahwa dengan pemulihan segera maka produksi minyak rata-rata bulan September dan Oktober akan menjadi 9,89 juta barel per hari. Negara eksportir minyak terbesar dunia ini memastikan komitmennya untuk memasok minyak secara penuh kepada negara pelanggan di bulan ini.

"Selama dua hari terakhir, kami telah memperbaiki kerusakan dan memulihkan lebih dari setengah produksi minyak yang turun akibat serangan teroris," kata Pangeran Abdulaziz dalam konferensi pers di Jeddah, seperti dilansir Reuters, Rabu (18/9/2019).



Pangeran Abdulaziz menambahkan Kerajaan Arab Saudi akan mencapai kapasitas 11 juta barel per hari pada akhir September, dan 12 juta barel per hari pada akhir November.

"Pasokan minyak akan kembali ke pasar seperti sebelum terjadi serangan pada pukil 3:43 Sabtu pagi. Saudi Aramco ibarat burung phoenix yang bertambah kuat setelah terbakar," ujarnya. Baca: Harga Minyak Turun 5% Karena Produksi Minyak Saudi Akan Pulih Lebih Cepat

Pada Sabtu (14/9), serangan drone menyasar dua pabrik minyak Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais, sehingga menutup 5,7 juta barel per hari. Jumlah itu lebih dari setengah produksi minyak Arab Saudi atau 5% dari produksi minyak global.

CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, mengatakan perusahaan saat ini sedang dalam proses pengerjaan perbaikan. Dan mengatakan bahwa perbaikan "tidak terlalu signifikan" untuk ukuran Saudi Aramco, yang juga sedang mempersiapkan penawaran saham perdana (IPO).

"Kita akan berada di level produksi sebelum serangan terhadap fasilitas kita pada akhir September," kata Nasser dalam konferensi pers yang sama di Jeddah.

Nasser menerangkan, Saudi Aramco telah memadamkan 10 kebakaran dalam rentang waktu tujuh jam setelah serangan besar pada Sabtu pekan kemarin.

Dia menambahkan perusahaan sedang dalam proses mengembalikan penyulingan minyak ke kapasitas penuh untuk memasok pasar dalam negeri terlebih dahulu. Saat ini, persediaan minyak mentah Aramco sebesar 60 juta barel.

Sementara itu, di tempat yang sama, Chairman Saudi Aramco, Yasser al-Rumayyan, mengatakan serangan tersebut tidak akan menganggu rencana IPO, yang akan dilakukan 12 bulan mendatang dimana Kerajaan berkomitmen untuk mendaftar.

Terkait serangan, Pangeran Abdulaziz mengatakan Riyadh belum tahu siapa dalang serangan dan alasan serangan. Namun, Arab Saudi akan mempertahankan keamanan pasokan minyak ke pasar global. Untuk itu, Arab Saudi akan melakukan langkah-langkah lebih keras untuk mencegah terulangnya serangan. Hanya saja, ia tidak menjelaskan seperti apa langkah-langkah tersebut.

Sedangkan, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan bahwa penyelidikan awal mengindikasikan senjata buatan Iran digunakan dalam serangan itu, yang disebut pihak berwenang menggunakan drone.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak