alexametrics

Rupiah Tengah Pekan Diprediksi Berbalik Menguat Tipis

loading...
Rupiah Tengah Pekan Diprediksi Berbalik Menguat Tipis
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan tengah pekan hari ini diprediksi mampu berbalik menguat, meski besarannya hanya tipis. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan tengah pekan hari ini diprediksi mampu berbalik menguat, meski besarannya hanya tipis. Hal ini menyusul pernyataan pemerintah Arab Saudi yang telah memulihkan produksi minyaknya, pasca serangan drone terhadap fasilitas kilang terbesar milik Aramco.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan pemulihan produksi mungkin bisa lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Komentar tersebut diyakini mampu menopang kenaikan harga minyak yang dampaknya, bisa berimbas positif terhadap laju mata uang Garuda.

"Pernyataan ini mendorong harga minyak mentah turun dari kisaran USD62 ke kisaran USD59.Penurunan harga minyak ini memberikan keuntungan untuk rupiah. Rupiah bisa dibuka menguat terhadap dollar AS dibandingkan kemarin," ujar Ariston di Jakarta, Rabu (18/9/2019).



Dia menambahkan selain isu minyak , pasar juga sedang menunggu keputusan suku bunga acuan Bank sentral AS yang akan dirilis Kamis, dinihari. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan ada pemangkasan sebesar 25 bps.

"Tapi pasar lebih menunggu pernyataan Gubernur Fed pasca pengumuman mengenai outlook kebijakan moneter ke depan. Ini mungkin bisa mendorong pergerakan rupiah dalam konsolidasi. Laju IDR terhadap USD berpotensi bergerak di kisaran Rp14.040 hingga Rp14.080," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak