alexametrics

Sri Mulyani Sayangkan Bisnis Properti Tak Kunjung Bergairah

loading...
Sri Mulyani Sayangkan Bisnis Properti Tak Kunjung Bergairah
Menkeu menyayangkan kontribusi sektor properti terhadap pertumbuhan ekonomi tak kunjung meninggi. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyayangkan kinerja industri properti yang masih kurang bergairah. Industri properti yang hanya tumbuh di kisaran 3,5% dalam lima tahun terakhir dinilai tak banyak berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi.

Sri Mulyani mengatakan, angka pertumbuhan industri properti yang hanya sekitar 3,5% itu jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5%.

"Kinerjanya sektor ini lima tahun terakhir constantly di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Ini PR-nya, mereka cuma sekitar 3,5%, kita lihat belum ada perbaikan atau pertumbuhan pada sektor properti," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (18/9/2019).



Padahal, kata Sri Mulyani, pertumbuhan industri properti yang tinggi akan bisa ikut menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Menggeliatnya industri properti akan ikut mendongkrak kinerja industri ikutannya seperti material, logistik dan pengangkutan material hingga industri bidang jasa seperti arsitektur, bahkan industri keuangan dan perbankan lewat kredit pemilikan rumah (KPR).

"Sektor konstruksi dan real estate properti punya karakter yang sangat baik, karena dia memiliki linkage besar, kalau pertumbuhann bisnisnya baik maka akan lebih membantu ekonomi Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan, pertumbuhan sektor properti tahun ini masih jauh dari harapan. Kontribusi sektor properti terhadap ekonomi yang selama lima tahun terakhir masih di bawah 3%, diyakini masih akan sama pada tahun ini.

Kadin menilai, salah satu hal yang mengganjal industri properti yakni rencana pemerintah untuk pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan di bulan September. Terdapat sejumlah pasal dan aturan yang dinilai mengganjal, seperti rencana penerapan pajak progresif bagi pemilik lahan lebih dari satu bidang.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak