alexametrics

Rupiah Jaga Tren Penguatan Saat Pounds Ambruk

loading...
Rupiah Jaga Tren Penguatan Saat Pounds Ambruk
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Rabu (18/9/2019) menjaga tren penguatan mengiringi laju Poundsterling yang ambruk. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Rabu (18/9/2019) menjaga tren penguatan sejak pembukaan untuk berdiri kokoh pada sesi tengah pekan. Perbaikan kurs rupiah mengiringi laju Poundsterling yang ambruk, dibayangi kekhawatiran apakah kesepakatan Brexit dapat dicapai pada detik-detik terakhir.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah masih menanjak ke posisi Rp14.060/USD pada sesi penutupan atau membaik dari sebelumnya Rp14.095/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.055 hingga Rp14.085/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga melompat ke posisi Rp14.066/USD dibandingkan sesi penutupan Selasa kemarin Rp14.100/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.065-Rp14.084/USD.



Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore tidak terkecuali juga terlihat perkasa untuk berada pada level Rp14.085/USD. Raihan tersebut lebih tinggi dari sebelumnya Rp14.099/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah masih tertahan pada zona hijau di posisi Rp14.080/USD untuk menjadi sinyal kebangkitan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah bangkit usai kemarin merosot di Rp14.100/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters hari ini, Poundsterling ambruk setelah data ekonomi yang negatif ditambah kekhawatiran tentang apakah kesepakatan Brexit dapat dicapai untuk menekan mata uang. Pounds anjlok 0,3% menjadi 1,2457 saat berhadapan dengan USD dari kemarin 1,2480 sebelum data inflasi dirilis.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak