alexametrics

Harga Minyak Mentah Dunia Naik Tipis Usai Mengalami Turbulensi

loading...
Harga Minyak Mentah Dunia Naik Tipis Usai Mengalami Turbulensi
Harga minyak mentah dunia naik tipis pada awal perdagangan Asia hari ini, setelah mengalami turbulensi seiring serangan drone terhadap fasilitas minyak terbesar milik Arab Saudi. Foto/Ilustrasi
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia naik tipis pada awal perdagangan Asia hari ini, setelah beberapa hari terakhir mengalami turbulensi seiring serangan drone terhadap fasilitas minyak terbesar milik Arab Saudi. Meski begitu pasar sedikit lebih tenang dengan jaminan dari Saudi yang akan memulihkan produksi mereka secara penuh, di akhir September.

Pada perdagangan, Kamis (19/9/2019) seperti dilansir Reuters, memperlihatkan harga minyak mentah berjangka Brent mengalami kenaikan sebesar 8 sen menjadi USD63,68 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik lebih tinggi 12 sen ke posisi USD58,23 per barel.

Laju harga minyak setelah turun 2% pada Rabu dan terjun 14% di awal pekan, kembali mulai pulih setelah Arab Saudi menetapkan target pemulihan pasokan pasca serangan drone ke fasilitas kilang Aramco. Arab Saudi, yang merupakan pengekspor minyak terkemuka dunia mengatakan serangan yang melumpuhkan kilang minyaknya "tidak diragukan lagi disponsori" oleh rivalnya Iran.



Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan, ada banyak pilihan selain perang dengan Iran dan Ia menambahkan telah memerintahkan Departemen Keuangan AS untuk "secara substansial meningkatkan sanksi" terhadap Teheran."Harga mungkin telah menemukan keseimbangan untuk saat ini," kata Michael McCarthy, kepala analis pasar di CMC Markets di Sydney.

Menurutnya pemulihan cepat dalam produksi minyak Saudi akan mengkonfirmasi gangguan hanya bersifat sementara. Sementara itu perusahaan analitik minyak Kayrros memperkirakan Arab Saudi kehilangan sekitar 3,4 juta barel per hari (bpd) output minyak setelah persediaan minyak mentah turun hampir 10 juta barel pada 16 September dibandingkan dengan sebelum serangan.

Namun, kepala Badan Energi Internasional mengatakan, bahwa pihaknya tidak melihat kebutuhan untuk melepaskan stok minyak darurat karena pasar dipasok dengan baik. Ketika ketegangan di Timur Tengah tetap meningkat, tanggapan Gedung Putih terhadap Saudi yang mendapatkan bukti seputar keterlibatan Iran dalam serangan-serangan itu menunjuk pada pendekatan yang lebih terukur dalam menangani masalah-masalah kawasan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak