alexametrics

Finnet Fasilitasi Pembayaran JKN-KIS Melalui Uang Elektronik

loading...
Finnet Fasilitasi Pembayaran JKN-KIS Melalui Uang Elektronik
Finnet dan BPJS Kesehatan menggelar jumpa pers perihal uang elektronik Mobile Cash tanpa rekening bank di Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (20/9/2019). Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Pembayaran iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) semakin mudah. Salah satunya melalui uang elektronik Mobile Cash tanpa rekening bank.

Mobile Cash merupakan rekening bayar iuran BPJS Kesehatan yang dikembangkan oleh PT Finnet Indonesia. Direktur Utama Finnet Paulus Djatmiko menjelaskan, layanan Fintech Mobile Cash untuk BPJS Kesehatan mampu memberikan solusi iuran agar lebih teratur dan mudah bagi masyarakat.

"Harapannya dapat mendukung program inklusi keuangan pemerintah dengan menyediakan akses secara digital untuk menikmati produk-produk keuangan termasuk layanan BPJS Kesehatan secara merata yang akan meningkatkan taraf kehidupan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Paulus dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/09/2019).



Dia menambahkan, caranya pun sangat mudah. Peserta dapat mendaftarkan autodebit iuran cukup dengan menggunakan telepon seluler 2G dan menekan *141*999# (khusus pengguna Telkomsel dan Indosat) dan memilih menu daftar.

Setelah mendaftar peserta dapat langsung melakukan pembayaran/pengisian saldo iuran di Kantor Pos, Alfamart, transfer VA BRI, transfer VA Bank Mandiri, jejaring Apotek Sanafarma di seluruh Indonesia, dengan menyebutkan nomor peserta dan nomor telepon.

“Disinilah Finnet bersama BPJS Kesehatan memberikan solusi kepada masyarakat. Keterbatasan jangkauan internet di pelosok daerah tidak menjadi hambatan. Dengan Mobile Cash, masyarakat yang belum terjangkau dengan produk bank tetap dapat membayar iuran JKN-KIS dengan menggunakan pilihan pembayaran autodebit,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso mengatakan kemudahan ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan peserta.

"Kita pahami bahwa kondisi demografi penduduk Indonesia sangat beragam dan belum tentu seluruh penduduk Indonesia memiliki rekening bank. Selain itu masih ada peserta yang tempat tinggalnya jauh dari jangkauan bank atau tidak memiliki perangkat komunikasi canggih seperti telepon selular 3G atau 4G," ujar Kemal.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak