alexametrics

Produk Bumbu Indonesia Berkembang Menembus Mancanegara

loading...
Produk Bumbu Indonesia Berkembang Menembus Mancanegara
Duta Sasa Santan menjadi produk interaksi dengan konsumen ibu rumah tangga dan komunitas. Foto/Dok.
A+ A-
JAKARTA - Produk bumbu Indonesia terus berkembang hingga ke pasar mancanegara. Hal ini seiring perkembangan dan kebutuhan konsumen yang dari tahun ke tahun terus bertumbuh.

Situasi ini dirasakan PT Sasa Inti, perusahaan yang bergerak di bidang bumbu makanan yang sudah memasarkan produknya lebih dari 50 tahun. Sasa tumbuh dan berkembang, bermula dari perusahaan yang memproduksi MSG di Indonesia, hingga kini menjadi salah satu merek lokal yang mampu memimpin pasar lokal dan internasional.

Bukan hanya MSG, Sasa kini memproduksi kategori produk lainnya, seperti tepung bumbu, santan, yang diterima pasar dengan baik. Tak heran, Sasa kini sudah menjadi bagian dari aktivitas konsumen sehari-hari.



Untuk mendongkrak penerimaan pasar, Sasa menggelar Gathering Duta Sasa Santan. Product Manager PT Sasa Inti, Theresia Handayani, menjelaskan Duta Sasa Santan merupakan program yang ditujukan untuk konsumen ibu rumah tangga yang aktif di berbagai komunitas.

"Program ini bertujuan mempererat interaksi produk Sasa Santan dengan konsumen setianya. Selain itu, menciptakan pengalaman langsung konsumen menggunakan produk Sasa Santan yang terbuat dari santan asli dan tanpa bahan pengawet," ujar Theresia dalam siaran persnya, Minggu (22/9/2019).

Komitmen Sasa hadir dan memperkaya masakan konsumen di Indonesia terbukti dengan adanya jutaan toko ritel yang tersebar di seluruh Indonesia. Melalui penetapan harga yang kompetitif dan pengiriman yang dapat diandalkan, Sasa dapat menjangkau setiap sudut wilayah di Indonesia.

Tak heran, lini produk Sasa dapat mudah ditemukan baik di pasar tradisional maupun pasar modern seperti hypermarket, supermarket dan minimarket. Selain itu, Sasa pun telah merambah pasar internasional dengan ekspor lebih dari satu dekade ke pasar Asia, Timur Tengah, Afrika dan beberapa negara lain.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak