alexametrics

IHSG Diprediksi Masih Melemah, Cermati 6 Saham Ini

loading...
IHSG Diprediksi Masih Melemah, Cermati 6 Saham Ini
IHSG pada Selasa ini diprediksi masih terkoreksi alias melemah. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa ini, secara teknikal diperkirakan melemah. Penutupan perdagangan Senin, IHSG ditutup jatuh 25.27 poin atau 0.41% ke posisi 6.206,20.

Analis dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan MACD sudah menyentuh area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI sudah berada di area oversold dan RSI masih berada di area netral.

"Di sisi lain, IHSG terlihat pola three black crows candlestick pattern yang mengindikasikan masih adanya potensi pelemahan. Sehingga IHSG berpeluang menuju ke level support terdekat," ujar Nafan Aji di Jakarta, Selasa (24/9/2019).



Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:

1. ASRI
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada level 300-308, dengan target harga secara bertahap di level 318, 332, 370 dan 404. Support: 296 dan 288.

2. BBNI

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area 7500-7600, dengan target harga di level 7850, 8250 dan 8625. Support: 7350.

3. BSDE
Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10, 20, 120 dan 200 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level 1370-1390, dengan target harga secara bertahap di level 1420, 1500, 1690 and 1880. Support: 1355 dan 1310.

4. CPIN
Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 20 dan 60 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level 5000-5100, dengan target harga secara bertahap di level 5200, 5650 dan 6125. Support: 5000 dan 4850.

5. MEDC
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 730-740, dengan target harga secara bertahap di level 760, 785, 830, 885 dan 1050. Support: 715.

6. PPRO
Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 102-105, dengan target harga secara bertahap secara bertahap di level 108, 115, 122, 148, 174 dan 200. Support: 95.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak