alexametrics

Ekonom Sebut Instabilitas Politik Bikin Pasar Keuangan Terguncang

loading...
Ekonom Sebut Instabilitas Politik Bikin Pasar Keuangan Terguncang
Ketidakpuasan mahasiswa yang ditunjukkan melalui aksi demonstrasi besar-besaran dinilai membuat pasar keuangan terguncang. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Ekonom Indef Bhima Yudisthira menyebut panasnya kondisi politik di Tanah Air beberapa hari terakhir membuat pasar keuangan terguncang. Tak hanya pasar modal mengalami pelemahan, rupiah pun terkoreksi dan pasar obligasi mengalami penurunan imbal hasil.

"Faktor utamanya lebih ke instabilitas politik dengan adanya penolakan terhadap berbagai rancangan undang-undang (RUU) dan khususnya Undang-Undang (UU) KPK," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakara, Selasa (24/9/2019).

Dia menambahkan, pernyatan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko bahwa KPK menurunkan minat investasi juga direspons negatif oleh pasar. Menurut dia, pernyataan itu dinilai pasar bahwa komitmen pemberantasan korupsi mundur sehingga membuat ketidakpastian hukum.



"Dalam sebulan terakhir nett sell asing di bursa saham tercatat Rp6,7 triliun. Itu menjadi indikasi ketidakpuasan investor portofolio terhadap kepastian hukum di indonesia," tegasnya.

Jika hal ini terus berlarut-larut, ditingkahi dengan ketidakpuasan rakyat, Bhima menilai kondisi ini juga akan berpengaruh kepada iklim investasi secara keseluruhan.

Kekhawatiran pasar antara lain tergambar dari penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada awal perdagangan turun 55,26 poin (0,89%) menjadi 6.150,94 dari 6.206,2 pada penutupan perdagangan Senin (23/9). Sementara, hingga akhir sesi pertama perdagangan, IHSG terjun makin dalam 1,1% (70 poin) ke 6.136,2.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak