alexametrics

46 Juta Pekerjaan Baru Akan Tercipta di Indonesia Tahun 2030

loading...
46 Juta Pekerjaan Baru Akan Tercipta di Indonesia Tahun 2030
Permintaan tenaga kerja konstruksi diproyeksikan akan terus meningkat. Foto/Dok SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Ekonomi Indonesia diproyeksikan akan menciptakan 27 juta-46 juta pekerjaan baru pada tahun 2030. Hal ini didorong oleh meningkatnya pendapatan, anggaran teknologi, pembangunan infrastruktur, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi.

Demikian isi laporan terbaru McKinsey & Company berjudul Otomasi dan masa depan pekerjaan di Indonesia: Pekerjaan yang hilang, muncul dan berubah. Secara keseluruhan, laporan tersebut memperkirakan sebanyak 23 juta pekerjaan di Indonesia akan digantikan oleh otomatisasi.

Managing Partner Indonesia dan Presiden Direktur PT McKinsey Indonesia Phillia Wibowo mengatakan, meningkatnya adopsi otomatisasi dan kecerdasan buatan akan mengubah dunia pekerjaan.



Teknologi tersebut akan membawa manfaat yang signifikan bagi perekonomian Indonesia, termasuk peningkatan produktivitas, pertumbuhan, pendapatan, dan lapangan kerja.

"Untuk itu, semua pemangku kepentingan di Indonesia perlu meningkatkan keterampilan tenaga kerja untuk mewujudkan potensi tersebut," ujarnya di Jakarta, Rabu (26/9/2019).

Phillia melanjutkan, otomasi sering kali terfokus pada risiko masa depan pekerjaan. Namun, dalam laporan McKinsey menunjukan bahwa akan lebih banyak pekerjaan baru yang diciptakan dibandingkan yang hilang. Hal ini didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumen dan infrastruktur.

Menurut dia, Indonesia perlu menyiapkan transisi keterampilan yang akan diperlukan untuk adopsi teknologi. Perusahaan-perusahaan di Indonesia harus mulai merencanakan dan mengambil tindakan untuk beradaptasi dengan masa depan pekerjaan di bawah ekonomi digital global. "Peran pemerintah menjadi penting untuk memberikan insentif yang tepat," imbuhnya.

Secara umum, penelitian ini menemukan bahwa otomasi berpotensi meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan PDB, serta dapat menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi bagi pekerja Indonesia dan menciptakan peluang pasar bagi perusahaan Indonesia.

Secara keseluruhan tipe pekerjaan akan bergeser ke arah layanan dan menjauh dari pekerjaan dengan potensi otomasi yang tinggi, seperti pemrosesan data dan pekerjaan fisik yang dapat diprediksi.

Sektor konstruksi, manufaktur, layanan kesehatan, akomodasi, kuliner, pendidikan dan ritel kemungkinan akan cenderung melihat peningkatan permintaan tenaga kerja selama periode ini.

Pekerjaan seperti pertambangan, berkebun, kehutanan, instalasi mesin, dan pemadam kebakaran, juga akan lebih sulit untuk diotomasi.

Disamping pekerjaan yang hilang dan muncul, hampir semua pekerjaan akan berubah. Secara global, McKinsey memperkirakan bahwa 60% dari semua pekerjaan, memiliki sekitar 30% aktivitas pekerjaan yang dapat diotomatisasi.

"Perubahan akan mengubah banyak sifat pekerjaan. Misalnya, self-service checkout akan menggeser peran kasir ke arah membantu pelanggan secara langsung dibandingkan hanya memproses transaksi," tandasnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak