alexametrics

Merasa di Atas Angin, Trump Sebut China Ingin Segera Buat Kesepakatan

loading...
Merasa di Atas Angin, Trump Sebut China Ingin Segera Buat Kesepakatan
Presiden AS Donald Trump menyebutkan kesepakatan dagang dengan China mungkin tercapai lebih cepat dari dugaan banyak orang. Foto/Ilustrasi
A+ A-
NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang yang telah berlangsung selama hampir 15 bulan dengan China kemungkinan bisa tercapai lebih cepat dari perkiraan.

"Mereka (China) sangat-sangat ingin mencapai kata sepakat, ini bisa terjadi lebih cepat dari yang Anda pikirkan," ujar Trump kepada para wartawan di New York, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (26/9/2019).

Trump mengatakan hal yang sama setelah menandatangani kesepakatan dagang terbatas dengan PM Jepang Shinzo Abe, bahwa kemungkinan besar AS dan China akan mencapai kata sepakat. Dia mengatakan bahwa China berusaha bersikap baik terhadapnya dan ia pun melakukan hal yang sama.



"Anda tahu kenapa mereka ingin melakukan kesepakatan? Karena mereka kehilangan pekerjaannya, karena rantai pasok mereka jadi berantakan, dan perusahaan-perusahaan hengkang keluar dari China ke tempat-tempat lainnya, termasuk ke Amerika," paparnya.

Sementara itu, lanjut Trump, AS memperoleh miliaran dolar dari pengenaan tarif atas barang-barang impor dari China. "China kini mulai membeli lagi produk-produk pertanian kita," imbuhnya.

"Anda tahu mereka sangat ingin menjalin kesepakatan, dan mereka harus membuat kesepakatan itu. Pertanyaannya, apakah kita mau membuat kesepakatan itu?" cetusnya.

Sementara, Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan telah ada komunikasi dari kedua belah pihak dan perwakilan China akan mengunjungi AS awal Oktober nanti.

"Pada tahapan ini yang Anda inginkan adalah membangun kepercayaan dan menunjukkan niat baik dan saya rasa kami telah melakukan hal itu. Presiden (Trump) menginginkan kesepakatan jika ia mendapatkan tawaran kesepakatan yang baik. Tapi jika tidak, kami memiliki kebijakan tarif yang telah diterapkan," tandasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak