alexametrics

IHSG Ditutup Melesat 1,37% Saat Bursa Asia Mixed

loading...
IHSG Ditutup Melesat 1,37% Saat Bursa Asia Mixed
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Kamis (26/9/2019) ditutup melesat untuk mengiringi pergerakan mixed bursa utama Asia lainnya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Kamis (26/9/2019) ditutup melesat untuk mengiringi pergerakan mixed bursa utama Asia lainnya. Hingga akhir sesi, IHSG meroket 1,37% yang setara 83,93 poin menjadi 6.230,33.

Sebelumnya pada awal perdagangan tercatat naik 44,630 poin yang setara 0,73% menjadi 6.191,03. Raihan ini meningkat dari sebelumnya di penutupan Rabu (25/9), ke level 6.146,40.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,22 triliun dengan 15,87 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp175,57 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,42 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,60 triliun. Tercatat sebesar 260 saham menguat, 168 melemah dan 167 stagnan.



Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL) naik Rp350 menjadi Rp6.000, PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp200 menjadi Rp6.700 dan PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) melonjak Rp75 ke posisi Rp1.910.

Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) turun Rp490 menjadi Rp4.400, PT Arkadia Digital Media Tbk. (DIGI) menyusut Rp90 menjadi Rp1,650 serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) lebih rendah Rp70 menjadi Rp2.160.

Di sisi lain pasar saham Asia berakhir beragam di tengah harapan bahwa Amerika Serikat (AS) dan China bisa mencapai kesepakatan dalam waktu dekat untuk menghentikan perang dagang yang telah terjadi berlarut-larut. Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan antara AS dan China bisa datang lebih cepat, "daripada yang Anda pikirkan".

Hal ini disampaikan di depan Dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dimana seperti diketahui dua ekonomi terbesar dunia itu tengah berusaha menemukan kesepakatan ketika masing-masing negara telah bergelut dalam perang tarif. Dampaknya perang dagang yang terjadi dalam satu tahun terakhir telah mengguncang pasar keuangan secara global.

Sementara itu saham daratan China mendapatkan tekanan ketika Komposit Shanghai kehilangan -0.89% ke level 2.929,09 dam Komposit Shenzhen anjlok 2,505% menjadi 1.597,72. Selanjutnya indeks Hang Seng di Hong Kong menanjak naik 0,37% yang setara 96.58 poin untuk bertengger di posisi 26.041,93 seiring peningkatan saham raksasa teknologi China Tencent dengan tambahan 0,97%.

Pada tempat lain, indeks Nikkei Jepang merangkak 0,13% ke posisi 22.048,24 saat saham indeks kelas berat dan pembuat robot Fanuc melonjak 2,44%. Sedangkan Topix mengakhiri perdagangan 0,2% lebih tinggi pada level 1,623.27. Pergerakan itu terjadi setelah Trump mengatakan bahwa Washington dan Tokyo telah mencapai perjanjian perdagangan awal.

Saham produsen mobil Jepang juga melonjak setelah ketua Asosiasi Produsen Mobil Jepang mengatakan negosiasi perdagangan antara Tokyo dan Washington menuju ke arah penghapusan tarif mobil. Saham Toyota naik 1,14% sementara Honda menguat 1,35% dan Subaru melonjak 2,19%. Sedangkan indeks Kospi, Korea Selatan ditutup sedikit lebih tinggi pada posisi 2,074,52 karena saham pembuat chip SK Hynix melonjak 1,71%.

Bursa patokan Australia yakni S & P / ASX 200 justru tergelincir 0,49% untuk mengakhiri perdagangan menjelang akhir pekan di 6.677,60. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan 0,06% lebih tinggi.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak