alexametrics

Perkuat Pertumbuhan Bisnis, ACSET Terima Pinjaman Rp4 Triliun

loading...
Perkuat Pertumbuhan Bisnis, ACSET Terima Pinjaman Rp4 Triliun
Perkuat pertumbuhan bisnis, ACSET terima pinjaman Rp4 triliun melalui RUPSLB 2019. Foto/Dok.
A+ A-
JAKARTA - PT Acset Indonusa Tbk (ACSET), anak usaha Grup Astra, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Jumat (27/9/2019). Dalam RUPSLB dan paparan publik ini, para pemegang saham menyetujui rencana ACSET melakukan perubahan transaksi perjanjian pinjaman antara ACSET dengan PT United Tractors Tbk (UT).

Perubahan transaksi perjanjian pinjaman antara ACSET dan UT dilatar belakangi adanya kebutuhan tambahan modal kerja ACSET untuk membiayai pengerjaan proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur, terutama yang memiliki skema pembayaran Contractor Pre Financing (CPF/pelunasan dilakukan setelah penyelesaian proyek).

Sebelumnya pada 2018, ACSET telah mendapatkan fasilitas pinjaman modal kerja dari UT sebesar Rp1,6 triliun, yang telah disetujui oleh pemegang saham melalui RUPSLB pada 11 April 2018.



ACSET mengajukan permintaan tambahan pinjaman kepada UT sebesar Rp2,4 triliun. Sehingga total fasilitas pinjaman berubah menjadi Rp4 triliun. Beberapa perubahan lainnya meliputi tingkat bunga JIBOR +2,5% (sebelumnya JIBOR +3%); ketersediaan fasilitas pinjaman hingga 18 Agustus 2022; batas akhir pembayaran pada tanggal 30 April 2023 dan penghapusan biaya fasilitas sebesar 1% per tahun.

Sementara itu, dalam pencapaian kinerja ACSET hingga semester I 2019, perusahaan membukukan pendapatan Rp1,55 triliun atau turun 7% dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Pendapatan ACSET dalam periode ini masih didominasi oleh sektor infrastruktur sebesar 71%, konstruksi sebesar 13%, fondasi sebesar 8% dan sektor lainnya sebesar 8%.

Di samping ini, ACSET juga membukukan rugi bersih sebesar Rp404 miliar yang utamanya disebabkan adanya keterlambatan penyelesaian beberapa proyek CPF dan struktur.

"Keterlambatan ini menimbulkan peningkatan biaya pendanaan, biaya overhead, dan tambahan biaya untuk percepatan penyelesaian proyek. ACSET juga mengalami penyesuaian nilai pekerjaan yang berimbas pada penurunan pendapatan dan laba dari proyek berjalan," terang Corporate Secretary & Investor Relations ACSET, Maria Cesilia Hapsari dalam keterangan resmi, Jumat (27/9/2019).

Di sisi lain, hingga September 2019, ACSET telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp1,67 triliun. Nilai kontrak baru ini didominasi oleh dua proyek pembangkit listrik strategis, yakni Pekerjaan Sipil Pembangkit Listrik Tenaga Gas & Uap (PLTGU) Jawa 1 dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Soma Karimun (2 x 25 MW) di Riau.

Beberapa perolehan kontrak baru lainnya di periode ini meliputi fondasi run-off pond PLTU Batang, fondasi Skysuites Mega Kuningan dan fondasi Jakarta International College. ACSET optimis bahwa dengan perilaku selektif dalam pemilihan proyek yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi perusahaan, ACSET dapat memberikan nilai tambah (added-value) yang lebih optimal bagi pelanggannya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak