alexametrics

Dampak Ganda Perlambatan Global Terjang Indonesia

loading...
Dampak Ganda Perlambatan Global Terjang Indonesia
Tren perlambatan global menurut ekonom telah berdampak terhadap beberapa sektor industri di Tanah Air, menyusul permintaan dunia yang tertekan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
KUTA - Tren perlambatan global menurut ekonom telah berdampak terhadap beberapa sektor industri di Tanah Air, menyusul permintaan dunia yang tertekan. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan, ekonomi global yang cenderung turun telah menghambat pertumbuhan perdagangan dunia.

Menurutnya kondisi perlambatan global memiliki dampak sangat besar bagi Indonesia. Sebab, Indonesia masih mengandalkan produk komoditi yang sangat sensitif pada pertumbuhan ekonomi dunia. "Jadi, kita terkena dampak ganda. Selain kuantitasnya mengalami penurunan, juga terjadi penurunan harga komoditas," ujar Onny.

Dikatakannya, penurunan volume dagang tersebut direspon bank sentral berbagai negara lewat kebijakan penurunan suku bunga acuannya. Hanya suku bunga Malaysia dan Tiongkok yang tidak berubah.



Meskipun demikian, terang Onny bahwa pertumbuhan dan volume perdagangan dunia dapat menyebabkan likuiditas meningkat. Hal ini menyebabkan aliran modal ke negara berkembang masuk. "Meskipun ini sifatnya folitile tergantung yield masing-masing negara," imbuhnya.

Melihat prospek perkembangan saat ini, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi 2019 tidak lebih dari 5,2% sedangkan kredit perbankan tumbuh 10-12%. Menurut Onny, tantangan ekonomi domestik juga ada pada defisit transaksi berjalan yang saat ini sudah hampir mencapai 3%. "Kita lakukan upaya bersama agar target defisit perdagangan di bawah tiga persen bisa terjaga," tandasnya.

Namun Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro mengutarakan, beberapa sektor masih memiliki pertumbuhan yang tinggi. Misalnya, sektor properti rumah yang tumbuh 20%, namun untuk rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak