alexametrics

Manfaatkan Tren Industri Halal, Amanah Realty Luncurkan Apartemen Syariah

loading...
Manfaatkan Tren Industri Halal, Amanah Realty Luncurkan Apartemen Syariah
PT Amanah Indonesia Realty meluncurkan apartemen kos syariah di kawasan Bogor, Jawa Barat. Foto/Ilustrasi/amanahrealty
A+ A-
JAKARTA - Kebutuhan halal lifestyle semakin meluas di Indonesia, termasuk dalam hal instrumen investasi dan apartemen. Peluang ini digarap PT Amanah Indonesia Realty dengan meluncurkan apartemen kos syariah di kawasan Bogor, Jawa Barat.

Perseroan menganggarkan modal kerja atau capex mencapai Rp150 miliar untuk membangun proyek dengan merek deKost Dramaga Riverside tersebut.

Direktur Utama Amanah Realty Teuku Fadhil Aruna mengatakan, proyek ini direncanakan memiliki tiga tower dengan total 1.200 unit. Saat ini bangunan vertikal kos sewa tersebut sudah terjual sebanyak 450 unit. Pihaknya optimistis proyek ini akan menarik karena lokasinya strategis dekat kawasan kampus IPB.



“Kami ingin jadi pionir pengembang properti dengan kepemilikan halal dan bebas riba. Proyek ini jadi unggulan atau flagship dari kami,” ujarnya di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Dia menjelaskan, pihaknya menyiapkan beragam fasilitas pendukung konsep syariah, seperti masjid kapasitas 600-800 orang, kolam renang dan gym terpisah (ikhwan dan akhwat).

Sedangkan fasilitas non-fisik antara lain amanah-preneur, beasiswa, mentoring bisnis syariah, akses pada komunitas syariah dan program Islami lainnya.

"Ketiga tower berada di area 1,74 hektar dan dibagi untuk pria, perempuan, dan keluarga muda. Minat para orang tua mengambil apartemen ini cukup besar," ujarnya

Dia juga menargetkan unit pertama deKost akan mulai diserahkan pada Oktober tahun 2020. Saat ini harga satu unit deKost Dramaga Riverside dijual dengan harga mencapai Rp220 juta rupiah untuk satu unit seluas 16,10 m2. "Namun kami berharap akan terjadi kenaikan harga jual di kisaran 30-40%," ujarnya.

Saat ini untuk pembiayaan di tahap awal masih mengandalkan pembiayaan internal, langsung kepada pengembang. Namun, perseroan memiliki opsi untuk menggandeng perbankan dan lembaga keuangan syariah lainnya yang memenuhi kaidah syariah yang berlaku. Seluruh proses diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah dibawah pengawasan Ust. Dr. Erwandi Tarmizi, MA.

Sebelumnya, Direktur Kerja Sama Penanaman Modal Luar Negeri BKPM Fajar Usman mengatakan, ke depan industri halal di tanah air akan difokuskan pada sektor pariwisata, industri kreatif, dan teknologi digital. Khususnya untuk pariwisata yang berbasis halal tentu akan membutuhkan tempat tinggal seperti apartemen kos syariah.

Hal ini akan sejalan dengan rencana pemerintah yang ingin mendorong investasi langsung di sektor pariwisata. Namun, saat ini berbagai instansi di Indonesia masih belum memiliki data khusus sektoral yang merupakan industri halal.

"Karena itu ke depan dibutuhkan data industri halal setiap sektornya. Sehingga bisa dihitung kebutuhan investasinya sedangkan sekarang masih menyatu dengan ekonomi yang non halal," ujar Fajar beberapa waktu lalu.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak