alexametrics

Utang Negara Berkembang Naik Jadi USD7,8 Triliun pada 2018

loading...
Utang Negara Berkembang Naik Jadi USD7,8 Triliun pada 2018
Bank Dunia merilis laporan utang negara berkembang yang naik menjadi USD7,8 triliun pada 2018. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Total utang luar negeri (ULN) dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah naik 5,3% menjadi USD7,8 triliun pada tahun lalu, sementara arus utang bersih (net debt flows) dari kreditor eksternal turun 28% menjadi USD529 miliar. Demikian laporan Statistik Utang Internasional Bank Dunia 2020.

Meskipun rata-rata beban utang luar negeri dari negara berpenghasilan rendah dan menengah adalah moderat, beberapa negara telah berada pada lintasan utang yang memburuk sejak 2009, ungkap laporan tersebut.

Pangsa negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan rasio utang terhadap Pendapatan Nasional Bruto (Gross National Income/GNI) di bawah 30% telah menyusut menjadi 25%, turun dari 42% pada satu dekade silam. Di sisi lain, pangsa negara-negara dengan rasio utang terhadap ekspor yang tinggi telah meningkat.



“Untuk tumbuh lebih cepat, banyak negara berkembang membutuhkan lebih banyak investasi yang memenuhi tujuan pembangunan mereka,” kata Presiden Grup Bank Dunia David Malpass dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (2/10/2019).

“Transparansi utang harus mencakup semua bentuk komitmen pemerintah, baik eksplisit maupun implisit. Transparansi adalah bagian penting untuk menarik lebih banyak investasi dan membangun alokasi modal yang efisien, dan ini sangat penting dalam pekerjaan kita untuk meningkatkan hasil pembangunan," imbuhnya.

Lebih jauh, laporan Bank Dunia memaparkan bahwa peningkatan total utang didorong oleh lonjakan 15% di China yang dipicu minat investor terhadap aset dalam mata uang renminbi.

Diluar sepuluh negara pengutang terbesar (Argentina, Brasil, China, India, Indonesia, Meksiko, Rusia, Afrika Selatan, Thailand, dan Turki), total utang luar negeri naik 4%.

Sementara itu negara-negara Sub-Sahara kecuali Afrika Selatan menunjukan pembengkakan total utang sebesar rata-rata 8% pada tahun 2018, dan lebih dari separuh negara di kawasan itu memperlihatkan kondisi utang luar negeri yang berlipat ganda sejak 2009.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak