alexametrics

Obligasi Negara Ritel Seri 16 Bisa Dijual 100% ke Pasar Sekunder

loading...
Obligasi Negara Ritel Seri 16 Bisa Dijual 100% ke Pasar Sekunder
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan pemanis bagi Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 16 (ORI16) untuk menjadi daya tarik bagi investor. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan pemanis bagi Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 16 (ORI16) untuk menjadi daya tarik bagi investor. Setelah diluncurkan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, ORI16 dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah melalui masa holding period.

Direktur Surat Utang Negara (Direktur SUN) DJPPR Lotto Srinaita Ginting menjelaskan, bahwa ORI16 bisa dijual kembali ke pasar sekunder 100% kepada siapa saja, tidak hanya kepada pemerintah namun hanya kepada Warga Negara Indonesia (WNI) dan setelah tanggal 15 Desember 2019. Hal ini sangat menguntungkan apabila investor memerlukan likuiditas sebelum tenor jatuh tempo.

"ORI16, 100% bisa dijual kepada siapa saja kecuali kepada asing. Pemerintah tidak membolehkan investor luar negeri, hanya investor individu Indonesia. Boleh dijual kembali setelah 15 Desember," jelas Lotto di Jakarta.



Keuntungan memiliki ORI16, kupon atau return 6,8% pertahun dibayarkan secara bulanan dengan tenor 3 tahun. Saat ini, ORI16 bisa dipesan secara online dengan minimal investasi Rp1 juta hingga maksimal Rp3 miliar perorang. Selain itu, investasi pada ORI16 pasti aman karena dijamin oleh pemerintah. "Jangan khawatir pemerintah tidak mampu melunasi kewajibannya baik pokok maupun bunganya," tegasnya.

ORI16 berbentuk tanpa warkat dengan masa penawaran antara tgl 2-24 Oktober 2019 hingga pukul 10 pagi melalui platform Mitra Distribusi (Midis) melalui e-SBN. Midis ORI16 di pasar perdana ada 14 bank, 4 perusahaan efek, 5 perusahaan Fintech. Investor hanya perlu melakukan registrasi, pemesanan, pembayaran lalu konfirmasi.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak