alexametrics

Beras Numpuk, Bulog Divre Jabar Ingin Kuota BPNT Terus Bertambah

loading...
Beras Numpuk, Bulog Divre Jabar Ingin Kuota BPNT Terus Bertambah
Perum Bulog Divre Jabar khawatir beras petani hasil serapan Bulog bakal rusak, bila tak ada ruang penyaluran, karenanya diharapkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bisa lebih banyak. Foto/Ilustrasi
A+ A-
BANDUNG - Perum Bulog Divre Jawa Barat (Jabar) khawatir beras petani hasil serapan Bulog bakal rusak, bila tak ada ruang penyaluran. Bulog berharap, kuota program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bisa lebih banyak menyerap beras Bulog.

Kepala Bulog Divre Jabar Benhur Ngkaimi berharap kuota BPNT yang menggunakan beras Bulog terus bertambah. Saat ini, penggunaan beras Bulog untuk program BPNT di Jabar baru mencapai 7.000 ton. Diperkirakan, hingga Oktober akan mencapai 11.000 ton.

Menurut dia, penggunaan beras Bulog untuk program BPNT terbilang baru mulai September 2019 lalu. Selama ini, program BPNT mengambil beras dari penyedia lainnya. Kondisi itu juga yang menyebabkan Bulog kesulitan menyalurkan beras hasil serapan kepada petani.



"Di sisi lain, kami terus menyerap beras petani. Sementara kami tidak ada ruang untuk menyalurkannya. Kalau enggak disalurkan, nanti rusak. Sementara ini adalah milik negara," beber dia, Rabu (2/10/2019).

Dia berharap, beras untuk BPNT disiapkan oleh bulog, layaknya program beras untuk rakyat miskin (raskin). Di mana kuota raskin kala itu mencapai 25.000 ton per bulan, dengan asumsi satu keluarga mendapatkan 10 kg beras.

Menurut dia, Bulog bisa menyiapkan berbagai jenis beras, baik kualitas premium atau medium. Bahkan, harga yang diterbitkan mengacu pada hara eceran tertinggi (HET) pemerintah.

Benhur mengklaim, penyediaan beras oleh Bulog akan lebih memudahkan kontrol dalam penyalurannya. "Di beberapa daerah ada laporan masyarakat dirugikan. Mestinya mereka dapat premium, tapi dapatnya medium. Karena masyarakat tidak tahu. Jadi masyarakat jangan sampai dirugikan oleh pihak yang dapat keuntungan besar," imbuh Benhur.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak