alexametrics

Galeri Investasi BEI Ditargetkan Hadir di 460 Kampus

loading...
Galeri Investasi BEI Ditargetkan Hadir di 460 Kampus
Bursa Efek Indonesia (BEI) siap untuk terus mengembangkan Galeri Investasi BEI demi memperkuat investor ritel segmen milenial. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) siap untuk terus mengembangkan Galeri Investasi BEI demi memperkuat investor ritel segmen milenial. BEI optimistis akan membuka hingga 50 galeri baru sehingga totalnya bisa mencapai 460 galeri.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menerangkan, galeri investasi merupakan bentuk kemitraan yang efektif dan baik. Sehingga ke depannya kedua pihak harus bersama-sama membuat paket edukasi dan kegiatan yang efektif. Khususnya untuk merespon perkembangan teknologi yang penting untuk akuisisi investor milenial.

"Galeri ini sarana yang paling sesuai. Sekarang sudah ada 434 galeri dari 412 galeri di akhir tahun lalu. Kita akan fokus buka galeri di kampus baru," ujar Hasan dalam acara “The 5th National Investment Day” yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Universitas Bunda Mulia (UBM) di Jakarta.



Sambung dia menambahkan, strategi yang digunakan dengan mendorong masing-masing kantor wilayah minimal membuka dua galeri di 30 provinsi. Langkah ini penting mengingat mayoritas investor baru hasil dari kegiatan di galeri investasi.

Para investor pemula yang dananya terbatas nanti diharapkan jadi investor jangka panjang dan sangat strategis dalam menunjang kekuatan investor ritel nasional. Para investor ritel dapat berinvestasi langsung maupun lewat reksa dana.

"Porsi investor ritel sebesar 80% adalah domestik termasuk mahasiswa. Mereka akan melakukan penumpukan aset dan terlatih menjadikan pasar modal sebagai instrumen investasi utama. Bahkan dari galeri investasi menyumbang 20% kontribusi dari total transaksi nasional. Lumayan besar," ujarnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak