alexametrics

Kemenhub Targetkan Angkutan Udara Perintis Capai 188 Rute

loading...
Kemenhub Targetkan Angkutan Udara Perintis Capai 188 Rute
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana Banguningsih Pramesti. Foto/Dok.Kemenhub
A+ A-
JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub terus berkomitmen meningkatkan pelayanan subsidi angkutan udara perintis penumpang,perintis kargo dan subsidi angkutan kargo.

Salah satu langkah yang ditempuh dengan melaksanakan kegiatan Sosialiasi Program Subsidi Angkutan Udara Perintis Penumpang dan Kargo serta Subsidi Angkutan Udara Kargo Tahun Anggaran 2020, di Bali sejak 2-3 Oktober 2019.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Elfi Amir, menargetkan agar per 1 Januari 2020, kegiatan ini sudah bisa berjalan dan terlaksana hingga Desember 2020.



"Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk merealisasikan kegiatan penerbangan perintis dengan melakukan percepatan pelelangan yang tidak mengikat oleh biro Layanan pengadaaan dan Barang Milik Negara Kemenhub, sehingga kegiatan pelayanan angkutan udara perintis penumpang dan kargo dapat dilaksanakan sesuai target mulai per 1 Januari 2020 mendatang," ujar Elfi di Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Tahun anggaran 2020, direncanakan rute yang akan dilayani sebanyak 188 rute angkutan udara perintis penumpang dan 27 rute penerbangan perintis kargo, serta 1 rute subsidi angkutan udara kargo yaitu untuk rute Timika-Wamena.

Pada waktu bersamaan dalam kegiatan lain, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana Pramesti, menyampaikan Ditjen Hubud berkomitmen melayani penerbangan perintis penumpang dan kargo sesuai dengan amanah undang-undang.

"Kami berkomitmen untuk membuka aksesbilitas yang tidak bisa dijangkau oleh moda lain, mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, dan juga mewujudkan stabilitas pertahanan dan keamanan negara," jelas Polana.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak