alexametrics

67 Tahun Persahabatan, Luhut Ajak Jerman Tingkatkan Investasi di Indonesia

loading...
67 Tahun Persahabatan, Luhut Ajak Jerman Tingkatkan Investasi di Indonesia
Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, memanfaatkan perayaan 67 tahun hubungan persahabatan Indonesia-Jerman, dengan meningkatkan kerja sama ekonomi dan investasi.

"Dalam perayaan 67 tahun hubungan persahabatan dengan Jerman, kita juga sekaligus ingin meningkatkan kerja sama si sejumlah sektor," ujar Luhut di Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Menurut dia, kerja sama ekonomi dan investasi adalah kunci untuk membangun hubungan persahabatan ini. Berdasarkan catatan, tahun 2018, Jerman adalah mitra terbesar bagi Indonesia. Dan tahun ini, Jerman ada di peringkat 5 teratas investor di Indonesia.



"Dengan total nilai investasi USD280 miliar, kami berharap hubungan kerja sama ini dapat berlanjut di tahun-tahun yang akan datang," sambungnya.

Menko Luhut menjelaskan, Indonesia dan Jerman juga menjalin kerja sama di pendidikan vokasi dan energi berkelanjutan, serta kerjasama maritim yang sangat signifikan.

"Kami juga bekerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia, dan saya kira ini sangat penting. Kami juga ingin melanjutkan program pembangunan infrastruktur dan itu juga kami butuh dukungan dari Jerman," jelasnya.

Kerja sama ekonomi merupakan prioritas utama hubungan bilateral Indonesia dan Jerman. Hal ini, karena cakupan kerja sama ekonomi Indonesia dan Jerman yang bersifat multi-sektoral sehingga tidak hanya terbatas pada perdagangan dan investasi.

Sektor strategis lainnya yang turut memperkuat kerja sama ekonomi bilateral kedua negara, di antaranya, kerjasama pembangunan, kesehatan, lingkungan hidup, perubahan iklim, sosial dan tenaga kerja, energi, infrastruktur dan transportasi.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak