alexametrics

Harga Minyak Naik Tipis Ditengah Kekhawatiran Resesi Ekonomi

loading...
Harga Minyak Naik Tipis Ditengah Kekhawatiran Resesi Ekonomi
Harga minyak naik tipis ditengah kekhawatiran resesi ekonomi. Foto/Reuters
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah berjangka naik tipis pada Jumat (4/10/2019), mengabaikan kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Namun secara keseluruhan, harga minyak merugi sepanjang minggu ini karena data ekonomi AS yang melemah dan masih adanya perang dagang AS-China yang bisa mendorong ekonomi global ke arah resesi.

Melansir dari Reuters, harga minyak Brent International naik 8 sen atau 0,1%, menjadi USD57,79 per barel pada pukul 01:38 GMT, sementara harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) naik 12 sen atau 0,2% menjadi USD52,57 per barel.

Sepanjang minggu ini, harga Brent telah turun 6,7%, menandai kerugian mingguan terbesar sejak Desember 2018. Dan harga WTI turun 6%, penurunan terbesar sejak Juli 2019.



Data sektor jasa dan pertumbuhan pekerjaan AS yang lemah pada hari Kamis menambah kekhawatiran tentang permintaan minyak global. Beberapa data ekonomi negara-negara maju lainnya juga melemah, ditambah berlarut-larutnya perang dagang AS-China yang bisa mendorong ekonomi global ke dalam resesi.

"Kekhawatiran tentang permintaan minyak global meningkat, dan pembicaraan perdagangan AS-Cina pada minggu depan, menjadi sangat penting, mengingat penurunan tajam dalam harga minyak selama minggu ini," kata Stephen Innes, ahli strategi pasar Asia Pasifik di AxiTrader Singapura. Baca: Produksi Minyak Arab Saudi Telah Pulih Setelah Serangan 14 September

Kabar dari pertemuan energi di Moskow, dianggap tidak membantu banyak bagi harga minyak. Dalam pertemuan itu, Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, mengatakan bahwa produksi minyak Arab Saudi telah pulih setelah serangan 14 September ke dua instalasi minyak utama mereka.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak