alexametrics

IHSG DIbuka Menanjak Saat Bursa Asia Mixed

loading...
IHSG DIbuka Menanjak Saat Bursa Asia Mixed
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Senin (7/10/2019) dibuka menanjak naik untuk melanjutkan raihan positif pada akhir pekan kemarin. Foto/Ilustrasi, SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Senin (7/10/2019) dibuka menanjak naik untuk melanjutkan raihan positif pada akhir pekan kemarin. Pada awal sesi, IHSG menguat 18,910 poin atau setara 0,312% menjadi 6.080,16.

Raihan tersebut lebih baik dari sebelumnya pada Jumat (4/10) yang ditutup ke posisi 6.061,25 poin. Laju penguatan IHSG pada hari ini didorong oleh kenaikan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu Bank Central Asia Tbk (BBCA), Bank Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Bank Mandri Tbk (BMRI) dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Hingga pukul 09.23 WIB, harga saham BBCA naik 0,33% jadi Rp30.325 per unit. Adapun harga saham BBRI naik 0,76% ke Rp3.980, BMRI naik 0,78% ke Rp6.450, dan TLKM naik 0,24% jadi Rp4.200 per unit.



Di sisi lain pasar saham Asia diperdagangkan mixed alias beragam pada perdagangan Senin, pagi saat investor menunggu kabar baik dari negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang dijadwalkan bakal dimulai akhir pekan ini. Indeks Nikkei Jepang jatuh sebesar 0,3% setelah memulai perdagangan lebih tinggi

Saham indeks kelas berat seperti Fast Retailing, perusahaan di belakang peritel fesyen Uniqlo tergelincir 0,54%. Indeks Topix juga menyerah dari keuntungan usai jatuh 0,18%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga tergelincir secara fraksional, dengan saham LG Chem ambruk 1,52%.

Bursa patokan Australia, ASX 200 maju 0,35% setelah kebanyakan sektor diperdagangkan lebih tinggi. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang mencetak kenaikan mencapai 0,12%. Pasar di Hong Kong dan China tutup pada hari Senin karena liburan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak