alexametrics

31 Perusahaan Berencana Lepas Saham di Pasar Modal

loading...
31 Perusahaan Berencana Lepas Saham di Pasar Modal
31 Perusahaan Berencana Lepas Saham di Pasar Modal. (Dok. SINDOphoto).
A+ A-
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan ada 31 perusahaan yang bakal tercatat di bursa melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Salah satunya bahkan disebut 'perusahaan besar' sebab sahamnya yang dapat ditawarkan ke investor Amerika Serikat (AS) atau luar AS.

“Nah, ada satu yang Reg S/144A, sektornya consumer goods," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, kemarin.

Untuk diketahui, Reg S/144A merupakan aturan penawaran internasional (international offering) yang mana saham IPO dapat ditawarkan kepada investor dari Amerika Serikat maupun luar AS.



Oleh sebab itu, calon emiten baru yang bergerak di bisnis penyediaan barang-barang kebutuhan sehari-hari tersebut, dapat dikatakan perusahaan besar karena cakupan investornya yang juga lebih luas.

"Namanya (perusahaan) belum bisa saya sebutkan dulu karena dari sisi peraturan ketika ditawarkan di bursa luar negeri kami juga harus mengikuti aturan di sana,” ujar Nyoman.

Dia menyatakan, target hingga akhir tahun sebanyak 70 emiten tercatat di BEI. Sementara, secara keseluruhan total perusahaan di bursa yang telah tercatat sebanyak 653 emiten. "Jadi yang sudah kita pegang 31 perusahaan yang masih di pipeline dan sudah 39 yang tercatat," katanya.

Sebelumnya, kerja keras BEI bersama lembaga SRO pasar modal serta Otoritas Jas Keuangan (OJK) dalam meningkatkan perusahaan go public menuai banyak hasil. Berdasarkan hasil riset “Global IPO Trends Report: Q2 2019” di tahun 2018 menyebutkan BEI menduduki peringkat ke-10 di total keseluruhan jumlah penawaran umum perdana saham global.

Jumlah perusahaan yang melantai di BEI pada tahun 2019 mencapai 55 atau 4% (1.384 emiten baru) dari keseluruhan IPO global. (Hafid Fuad/Okezone)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak