alexametrics

Sri Mulyani: 5 Tahun Lagi Profesi Keuangan Digantikan Robot

loading...
Sri Mulyani: 5 Tahun Lagi Profesi Keuangan Digantikan Robot
Menkeu Sri Mulyani memprediksi dalam beberapa tahun ke depan sejumlah profesi di bidang keuangan akan digantikan oleh robot. Foto/Ilustrasi/Dok. SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, era digitalisasi mengharuskan bahwa beberapa profesi di bidang keuangan berinovasi agar perannya tidak digantikan oleh robot. Dia mengatakan, lima tahun ke depan profesi keuangan bisa tergantikan oleh robot.

"Jika anda tidak terus-menerus meningkatkan pengetahuan dan merespons cepat terhadap perubahan, maka anda sekalian akan menjadi tertinggal dan bisa jadi dalam 5 tahun ke depan, jasa penilaian, akuntansi maupun aktuaria akan digantikan oleh robot yang menggunakan sistem algoritma dalam menjalankan tugasnya," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Sri Mulyani mengatakan, beberapa profesi keuangan yang ada di Indonesia kini terancam digantikan oleh robot. Hal itu sulit dihindari mengingat teknologi yang berkembang sangat cepat.



"Seperti profesi aktuaris yang tidak terlepas dari disrupsi akibat era digitalisasi ini harus menciptakan inovasi dalam industri asuransi. Sehingga perannya masih bisa bertahan dan tidak tergantikan oleh profesi lain," jelasnya.

Sri Mulyani mencontohkan istilah yang dikenal sebagai insurance technology (insuretech) pada dunia asuransi. Insuretech tersebut dikembangkan oleh profesi data scientist dengan memanfaatkan big data, artificial intelligence (AI), dan machine learning dengan penggunaan algoritma tertentu.

"Insuretech menawarkan pengalaman baru bagi konsumen dengan memberikan kemudahan dan kecepatan serta efisiensi dalam mendapatkan produk asuransi. Produk yang dihasilkan lebih mengedepankan analisa atas kebiasaan konsumen, sehingga risiko yang ditanggung masing-masing konsumen berbeda," jelasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak