alexametrics

Menko Darmin Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Masih di Atas 5%

loading...
Menko Darmin Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Masih di Atas 5%
Menko Perekonomian Darmin Nasution menilai gejolak ekonomi global tak terlalu pengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kondisi global yang semakin tidak stabil akan menjadi sentimen negatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Kendati demikian, kondisi ini diyakini tidak akan berdampak terlalu siginifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Darmin optimistis pertumbuhan ekonomi di kuartal III/2019 masih akan di atas 5%, dengan konsumsi rumah tangga masih sebagai motor utama pertumbuhan.

"Karena memang kita bergantung pada demand dalam negeri daripada ekspor. Jadi jangan dicampur aduk kalau dunia lagi payah terus kita dianggap juga payah," ujar Darmin di Jakarta, Rabu (9/10/2019).



Dia mengakui, China dan Amerika Serikat (AS) merupakan negara mitra dagang utama Indonesia. Dengan semakin panasnya tensi perang dagang antara kedua negara tersebut, maka neraca dagang Indonesia dengan AS dan China dipastikan akan terdampak.

Namun, imbuh dia, apabila dilihat porsi sumbangan pertumbuhan ekonomi di mana ekspor bukan merupakan yang terbesar, dampak dari perlemahan dagang dengan kedua negara dinilai tidak akan terlalu siginifikan.

"Pengaruh perdagangan global itu ada tapi enggak sebanyak misalnya Malaysia, apalagi Singapura. Singapura sudah 0% (pertumbuhan ekonominya). Nah, kalau ditanya ada dampaknya? ada, karena negara tujuan utama ekspor kita adalah Amerika dan China," jelasnya.

Sementara itu berdasarkan data realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal/II 2019, konsumsi rumah tangga masih menjadi pendongkrak utama, dengan angka pertumbuhan sebesar 5,17%. Sedangkan ekspor nett terkontraksi 1,84%.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak