alexametrics

Kapasitas Terpasang Pembangkit RI Tertinggal Jauh dari China

loading...
Kapasitas Terpasang Pembangkit RI Tertinggal Jauh dari China
Kapasitas terpasang pembangkit listrik Indonesia tahun ini direncanakan mencapai 69 GW. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan membeberkan fakta bahwa kapasitas terpasang pembangkit listrik di Indonesia masih kalah jauh dibandingkan China. Kapasitas terpasang listrik di China telah menembus angka 1.100 GigaWatt (GW), sementara kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional tahun ini direncanakan sebesar 69 GW.

Meski begitu, imbuh Jonan, kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan sejak 2014 lalu sebesar 50 GW.

"Kurang lebih ada peningkatan sebesar 45% atau 19 GW selama 5 tahun sampai 69 GW tahun ini," ujar Jonan saat membuka HLN ke-74 di JCC, Jakarta, Rabu (9/10/2019).



Dia meminta kepada PLN supaya kapasitas terpasang pembangkit terus ditingkatkan. Mantan menteri perhubungan ini pun menargetkan kapasitas terpasang pembangkit sampai meningkat sampai 100 GW atau minimal 90 GW. "Ini mestinya bisa. Mestinya kecil tidak terlalu besar," kata dia.

Hal serupa juga terjadi pada kapasitas terpasang pembangkit listrik dari energi baru terbarukan (EBT). Adapun kapasitas terpasang EBT Indonesia masih kalah jauh dibandingkan China. Jonan menyebut, kapasitas terpasang pembangkit listrik berbasis EBT di China mencapai 300 GW dari total kapasitas terpasang sebesar
1.100 GW.

"Jadi saya berharap kepada rekan-rekan PLN terus meningkatkan investasi renewable energy. Mulai lebih terbuka EBT, pikirannya tidak bisa short term minded dari tahun ke tahun, karena infrastruktur ketenagalistrikan kegiatan jangka panjang," kata dia.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak