alexametrics

Penjualan Eceran Agustus Melambat Karena Pelemahan Daya Beli

loading...
Penjualan Eceran Agustus Melambat Karena Pelemahan Daya Beli
Ilustrasi daya beli menurun. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudisthira, mengatakan penjualan eceran bulan Agustus yang melambat dikarenakan terjadi penurunan belanja konsumen pada kelas atas.

"Faktor utamanya kepercayaan kelas menengah dan atas untuk belanja menurun. Harga komoditas ekspor yang rendah, kebijakan pajak seperti kenaikan PPh impor barang mewah, dan stabilitas politik paska pilpres ikut berpengaruh," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Dia menambahkan untuk kelas bawah terjadi pelemahan daya beli, ditunjukkan oleh nilai tukar petani yang rendah bahkan sempat menurun dibawah 103, upah buruh secara riil juga terkontraksi, dan adanya kekhawatiran kenaikan beberapa pos tarif seperti BBM subsidi dan BPJS Kesehatan.



"Jadi banyak yang ikat pinggang untuk belanja lebih banyak," jelasnya.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat penjualan eceran pada Agustus 2019 tumbuh melambat. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2019 yang tumbuh 1,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan IPR Juli 2019 sebesar 2,4% (yoy).

Adapun kinerja penjualan eceran tersebut ditopang oleh kelompok suku cadang dan aksesoris yang tumbuh tinggi, serta kelompok komoditas perlengkapan rumah tangga lainnya yang tumbuh meningkat.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak