alexametrics

Bandara Radin Inten II Didorong Jadi Embarkasi Haji dan Umrah

loading...
Bandara Radin Inten II Didorong Jadi Embarkasi Haji dan Umrah
Menhub Budi Karya mendorong PT AP II untuk dapat segera mengembangkan landasan Bandara Radin Inten II agar bisa didarati pesawat berbadan besar Tipe Airbus 330. Foto/Ilustrasi
A+ A-
LAMPUNG - Bandar Udara Radin Inten II Lampung statusnya resmi berganti status dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) yang dikelola menjadi bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II. Lebih lanjut PT AP II diminta untuk dapat segera mengembangkan landasan Bandara Radin Inten II agar bisa didarati pesawat berbadan besar Tipe Airbus 330.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menerangkan, hal itu untuk mendukung Bandara Radin Inten II sebagai embarkasi setelah penandatanganan pemanfaatan BMN hari ini. "PT AP II dapat mengembangkan Radin Inten II untuk pendaratan private jet serta menggali potensi lain di Lampung," ujar Menjub Budi Karya di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Sementara Gubernur Lampung Arinal Djunaedi mengatakan, Provinsi Lampung memiliki Quick Wins yaitu menjadikan Bandara Radin Inten II sebagai Bandara Internasional dan dapat menjadi Bandara embarkasi haji dan umroh. Saat ini, Bandara Radin Inten II telah berstatus bandara internasional.



Menanggapi hal tersebut, Menhub Budi mendorong Pemda Provinsi Lampung untuk berperan aktif dalam menyampaikan usulan tersebut kepada Kementerian Agama. "Masih ada waktu 10 bulan untuk penyelenggaraan haji. Sedangkan untuk umroh kan bisa kapan saja," tambah Menhub Budi.

Sebagai informasi, Bandara Radin Inten II yang melayani 1,99 juta jumlah penumpang pesawat pada tahun lalu, dengan 16. 058 pergerakan pesawat, memiliki terminal penumpang pesawat baru yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 8 Maret 2019. Terminal baru seluas 9.650 meter persegi ini mengedepankan budaya lokal dengan menampilkan simbol Siger di beberapa area yang merupakan simbol kebanggaan yang sangat melekat dengan masyarakat Lampung.

Di samping itu, terminal ini juga dibangun dengan konsep eco airport dan eco energy. Adapun terminal baru ini berkapasitas sekitar 3 juta penumpang per tahun, dan didukung runway berukuran 2.500 x 45 meter serta apron berukuran 565 x 110 meter untuk 12 parking stand pesawat. Bandara ini memiliki 3 helipad berukuran 24 x 24 meter.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak