alexametrics

Pemprov NTB Dorong Bentoel Asah Skill Petani Tembakau

loading...
Pemprov NTB Dorong Bentoel Asah Skill Petani Tembakau
Ribuan ton tembakau yang dibeli dari petani binaan di Buying Station Bentoel Group, Desa Kalianyar, Kecamatan Terara, Lombok Timur, NTB, Senin (14/10). Foto/SINDOnews/Sujoni
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ingin investor berbondong-bondong menanamkan modalnya di wilayahnya terutama di Lombok. Di sektor tembakau tercatat ada beberapa pemain, salah satunya Bentoel Group yang memiliki buying station di Lombok Timur.

Oleh karena itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mendorong Bentoel Group menambah volume pembelian tembakau dari petani di masa mendatang. Saat ini pembelian 9.000 ton per 2019 masih terhitung sedikit. Sementara, lahan garapan dan sumber daya manusia belum maksimal diberdayakan.

"Kami berharap Bentoel juga memberikan pengalaman, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepada petani sehingga hubungan yang ada tidak sebatas membeli hasil panen mereka," ujarnya saat perayaan pembelian raya tembakau mitra petani di Desa Kalianyar, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, NTB, hari ini.



Pemprov NTB juga berusaha memberikan kepastian usaha di wilayahnya atau friendly investment sehingga bisa mendatangkan investasi yang melimpah. Sebab, dunia usaha sekarang ini yang memainkan peran, pemerintah hanya menyiapkan regulasi untuk mendukung iklim bisnis tetap kondusif.

"Cobalah Bentoel juga membuka pengolahan selain buying station yang sudah berjalan ini. Imbasnya kan juga untuk pengembangan usaha dan membuka lapangan kerja," kata Zul.

Terkait pengembangan petani tembakau, Wakil Bupati Lombok Timur Rumaksi Sj berharap Bentoel Group juga merangkul petani swadaya selain petani binaan. Sebab, petani swadaya di Lombok Timur jumlahnya banyak dan setidaknya dapat membeli 20% hasil tembakau.

Dia juga sependapat dengan gubernur NTB dimana petani tembakau harus dibekali skill dan pengetahuan mendalam. "Sehingga usaha tembakau ini bisa turun temurun ke anggota keluarga lainnya. Dengan begitu, tidak usah ke luar Lombok untuk mencari pekerjaan," kata Rumaksi.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak