alexametrics

Neraca Dagang September 2019 Diprediksi Berbalik Defisit

loading...
Neraca Dagang September 2019 Diprediksi Berbalik Defisit
Neraca perdagangan pada September 2019 diprediksi akan kembali ke tren defisit, saat ekspor masih tertekan oleh tren penurunan harga komoditas. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Neraca perdagangan pada September 2019 diprediksi akan kembali ke tren defisit, setelah pada bulan sebelumnya mengalami surplus. Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan pada bulan tersebut, neraca perdagangan akan mengalami defisit sebesar USD49 juta, dibandingkan dengan bulan Agustus 2019 yang mencetak surplus USD85 juta

Faktor defisit perdagangan dikarenakan laju ekspor diperkirakan sekitar -5,8% yoy dan laju impor diperkirakan sekitar -3,5% yoy. Laju ekspor secara bulanan terkontraksi lebih besar dibandingkan laju impor secara bulanan.

"Ekspor masih tertekan oleh tren penurunan harga komoditas seperti batu bara yang sepanjang bulan September turun sekitar 1,4% mtm dan CPO yang turun tipis sekitar 0,02%mtm," ujar Josua saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (14/10/2019).



Sambung dia menerangkan, volume ekspor pun diperkirakan sedikit melambat dipengaruhi oleh perlambatan aktivitas manufaktur mitra dagang utama Indonesia seperti Uni Eropa, Jepang, Korea. "Sementara itu di sisi impor, sektor migas diperkirakan sedikit meningkat seiring kenaikan harga minyak di pasar internasional sebesar 3,7% mtm sepanjang bulan September," jelasnya.

Selain itu, aktivitas manufaktur Indonesia yang cenderung meningkat juga akan mendorong kenaikan dari sisi impor. Namun secara keseluruhan, defisit perdagangan pada kuartal III secara kumulatif diperkirakan defisit USD28juta, menurun dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat defisit USD1,8miliar.

"Dengan demikian, defisit transaksi berjalan pada kuartal III diperkirakan akan menurun ke kisaran -2,2% hingga -2,3% terhadap PDB dari kuartal sebelumnya yang tercatat -3,0% terhadap PDB," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak