alexametrics

Neraca Dagang Diramal Balik Defisit, Sri Mulyani Salahkan Kondisi Global

loading...
Neraca Dagang Diramal Balik Defisit, Sri Mulyani Salahkan Kondisi Global
Menanggapi kemungkinan neraca dagang kembali defisit, Menkeu Sri Mulyani mengatakan, pelemahan itu dikarenakan kondisi global yang tidak menentu. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Neraca perdagangan pada September 2019 diprediksi akan kembali ke tren defisit, setelah pada bulan sebelumnya mengalami surplus. Menanggapi ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pelemahan neraca dagang yang defisit dikarenakan kondisi global yang tidak menentu

"Kita lihat dari sisi perkembangan ekonomi global masih diliputi ketidakpastian, dimana mempengaruhi ekspor dan impor kita," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Lebih lanjut Ia berharap, meredanya ketegangan perdagangan Amerika Serikat dan China setelah mencapai kesepakatan fase pertama setelah melalui pembicaraan tingkat tinggi dalam dua hari. "Saya berharap penurunan impor bisa kecil dengan harpaan saat ini keputusan interm dari Trump dan RRT jadi memberikan dampak positif," katanya.



Sebelumnya, Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan pada bulan September 2019, neraca perdagangan akan mengalami defisit sebesar USD49 juta, dibandingkan dengan bulan Agustus 2019 yang mencetak surplus USD85 juta. Faktor defisit perdagangan dikarenakan laju ekspor diperkirakan sekitar -5,8% yoy dan laju impor diperkirakan sekitar -3,5% yoy.

Laju ekspor secara bulanan terkontraksi lebih besar dibandingkan laju impor secara bulanan. Volume ekspor pun diperkirakan sedikit melambat dipengaruhi oleh perlambatan aktivitas manufaktur mitra dagang utama Indonesia seperti Uni Eropa, Jepang, Korea.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak