alexametrics

Pacu Investasi dan Ekspor, Apindo Gelar Indonesia Trade and Investment Summit 2019

loading...
Pacu Investasi dan Ekspor, Apindo Gelar Indonesia Trade and Investment Summit 2019
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menyampaikan sambutan pada Indonesia Trade dan Investment Summit (ITIS) 2019 di Jakarta, Selasa (15/10/2019). Foto/SINDonews/Michelle Natalia
A+ A-
JAKARTA - Dinamika sektor perdagangan, terutama perdagangan ekspor dan investasi memiliki pengaruh signifikan terhadap performa ekonomi nasional. Indonesia juga relatif berhasil dalam memperbesar cadangan devisanya, dimana yang tertinggi tercatat sebesar USD130,20 miliar pada Desember 2017.

Di sisi lain, kelas menengah Indonesia juga tumbuh pesat. The Boston Consulting memperkirakan jumlahnya akan mencapai 141 juta orang pada 2020. Potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih cepat juga dapat didorong dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang telah melampaui USD1 triliun.

Kendati demikian, dengan segala pencapaian indikator makro ekonomi yang tergolong baik dalam ukuran dunia, Indonesia masih berkutat pada sejumlah masalah mendasar yang membuatnya tidak bisa berlari cepat.



Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani meyakini bahwa perbaikan kebijakan di bidang perdagangan dan investasi akan berimplikasi signifikan pada performa ekonomi nasional.

"Untuk itu kami ingin mengajak untuk berpartisipasi dalam forum Indonesia Trade dan Investment Summit (ITIS) 2019 untuk mendiskusikan beberapa hal," ujarnya di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Menurut dia, dalam jangka pendek Indonesia perlu menggenjot masuknya investasi asing untuk dua tujuan, yaitu menekan defisit dan memperbaiki struktur industri manufaktur nasional khususnya industri kecil dan menengah dengan teknologi yang tidak terlalu kompleks dan modal yang tidak terlalu besar.

"Selain itu, Indonesia perlu mendorong terjadinya peningkatan ekspor produk bahan olahan, bahan baku non ekstraktif, dan juga membenahi dan menekan impor sektor jasa serta mencoba menjadikannya sebagai andalan ekspor," terang Hariyadi.

Sementara itu, Managing Partner International Strategic Partnership Centre (ISPC) Indonesia Mira Maulida mengatakan, ITIS 2019 dijadwalkan untuk membahas upaya pengembangan keunggulan daya saing investasi Indonesia dan merumuskan pembuatan kebijakan oleh regulator sehubungan dengan akselerasi peningkatan perdagangan dan investasi.

"Selain itu juga ada dialog terkait upaya peningkatan tingkat kepercayaan internasional kepada Indonesia sebagai negara tujuan investasi, serta mendiskusikan paket kebijakan, insentif, dan skema fasilitas dalam mendorong tumbuhnya ekspor jasa," bebernya.

Menurut Mira, ITIS 2019 diharapkan mampu meningkatkan kerjasama dan komunikasi antar pemangku kepentingan dalam perekonomian Indonesia. Kegiatan ini juga akan menjadi ajang penyampaian rekomendasi konstruktif untuk memperbaiki iklim usaha, menghasilkan blue print workable serta meningkatkan kemampuan Indonesia dalam memproduksi barang ekspor dengan nilai tambah tinggi.

"ITIS 2019 juga menjadi forum untuk memetakan strategi peningkatan produksi barang dan jasa, termasuk mempromosikan kemitraan strategis dan peluang bisnis di Indonesia. Forum ini juga mendukung Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 sehingga mampu menjadi ajang transaksi perdagangan dan investasi luar negeri," tuturnya.

Bersamaan dengan kegiatan ITIS 2019, Apindo juga menyerahkan sejumlah dokumen sebagai bentuk kontribusi gagasan yang telah disusun dan bahan masukan diskusi bersama pemerintah.

Dokumen tersebut yakni Dokumen National Platform of Trade and Investment 2019-2024, Dokumen Pembentukan Komite Promosi Luar Negeri Pengembangan Industri Menengah Indonesia, dan Dokumen Pembentukan Asosiasi Eksportir Jasa Indonesia.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak