alexametrics

Kenaikan Ekspor Sektor Pertanian Bantu Neraca Dagang

loading...
Kenaikan Ekspor Sektor Pertanian Bantu Neraca Dagang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor hasil pertanian mengalami peningkatan 5,27% menjadi USD355,7 juta atau lebih baik dari bulan Agustus 2019. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor hasil pertanian mengalami peningkatan 5,27% menjadi USD355,7 juta atau lebih baik dari bulan Agustus 2019 yang tercatat USD337,9 juta. Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menyatakan, ekspor hasil pertanian pada September 2019 tercatat surplus USD0,36 miliar

"Sektor pertanian cukup menyumbang ekspor. Di bulan ini, komoditas ekspor yang meningkat adalah buah-buahan, tembakau, obat aromatik dan rempah-rempah serta sayur-sayuran," ujar Suhariyanto di Jakarta, Minggu (15/10/2019).

Dia menyebutkan ekspor hasil pertanian yang meningkat cukup besar adalah kopi, tanaman obat, aromatik, rempah-rempah, hasil hutan bukan kayu dan tembakau."Karena produk kita kualitasnya juga tidak kalah dengan yang lain," jelasnya



Sementara secara umum, ekspor nonmigas secara (mtm), mencapai USD13,27 miliar, dan volume 52,73 juta ton. Jika dibandingkan dengan Agustus 2019, nilai ekspor nonmigas ini turun 1,03%, namun volume naik 4,64%.

Secara rinci, penurunan ekspor nonmigas terjadi karena peran komoditas perhiasan atau permata sebesar 2,03% lalu kendaraan dan bagiannya turun 0,64%, serta pakaian jadi bukan rajutan turun 0,58%. Sementara itu, untuk komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan selain pertanian antara lain; bijih, kerak, dan abu logam dengan nilai 193,08% dengan kenaikan volume 28,63%.

Ekspor nonmigas September 2019 terbesar menuju ke negara Tiongkok yaitu USD2,41 miliar, disusul Amerika Serikat USD1,48 miliar dan Jepang USD1,14 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,90%. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar USD1,09 miliar

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–September 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai USD22,66 miliar (18,25%), diikuti Jawa Timur USD14,03 miliar (11,30%) dan Kalimantan Timur USD12,37 miliar (9,96%).
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak