alexametrics

Impor Mobil Sport Meningkat di September 2019

loading...
Impor Mobil Sport Meningkat di September 2019
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan impor pada bulan September 2019, salah satunya disumbang oleh impor mobil sport yang meningkat. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai impor Indonesia pada bulan September 2019 tercatat mencapai USD14,26 miliar atau naik 0,63% dibanding Agustus 2019, namun jika dibandingkan September 2018 turun 2,41%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, kenaikan impor bulan September dikarenakan derasnya produk elektronik dan manufaktur.

Salah satu yang mengalami peningkatan yakni mobil sport jenis station wagon dan sport cars of not 4WD diesel of cylinder 2.000-2.500 cc dimana nilainya mencapai USD22,3 juta. "Angka ini naik USD 13,4 juta dibandingkan periode Agustus 2019. Negara asal sebagian besar dari Jepang," ujar Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Sambung dia melanjutkan untuk mobil sport HS 87032366 station wagon & sport cars of not 4WD diesel of cylinder 1.800-2.000 cc, nilai impornya mencapai USD18,2 juta. Dimana Jepang masih mendominasi produk-produknya yang hadir di Tanah Air



Selain mobil sport, ada juga HS 87100000 amphibious pontoon diimpor dari Republik Cheska."Nilai impor sebesar USD48,4 juta naik USD38,9 miliar. Selanjutnya daging kerbau beku asal India masuk senilai USD70,8 juta naik USD16,4 juta," jelasnya

Sementara komoditas yang mengalami penurunan nilai impor terbesar yakni gula dan kembang gula sebesar USD66 juta, kapal terbang dan spare partnya USD53,9 juta, tembaga USD47,4 juta, benda-benda dari besi dan baja USD31,9 juta, serta binatang hidup USD27,7 juta.

Adapun secara sepanjang Januari-September 2019 kinerja impor Indonesia tercatat mencapai USD126,12 miliar. Realisasi ini lebih rendah 9,12% dari periode Januari-September 2018 yang sebesar USD126,12 miliar.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak