alexametrics

CEO SHELDON YELLEN

Rajin Menulis Surat Ucapan untuk Apresiasi Karyawan

loading...
Rajin Menulis Surat Ucapan untuk Apresiasi Karyawan
SHELDON YELLEN. (Istimewa).
A+ A-
BIRMINGHAM - Gaya memimpin yang diterapkan Chief Executive Officer (CEO) Belfor Holdings Inc Sheldon Yellen ini patut diacungi jempol. Perhatiannya kepada bawahan menjadi teladan banyak orang sehingga dia menjelma sebagai sosok yang sangat dihargai.

Dia memiliki kebiasaan unik karena selalu menulis ucapan selamat atau doa kepada sekitar 9.200 karyawannya dengan tangannya sendiri. Ini dilakukannya untuk menunjukkan kepedulian dan memperkuat ikatan layaknya keluarga di perusahaan itu. Yellen menganggap karyawan sebagai aset paling berharga.

Yellen telah membudayakan kebiasaan itu sejak 1985 atau sejak dia bekerja di Belfor yang dimiliki kakak ipar laki-lakinya. Saat itu dia masih membawahi 19 orang karyawan. Saat ini jumlah karyawan Belfor mencapai 9.200 orang di 34 negara, belum termasuk akuisisi terbaru oleh firma ekuitas asal New York.



Yellen menilai, kebiasaannya itu memberikan dampak positif terhadap kinerja dan loyalitas karyawan. Sebab, mereka merasa diingat, diapresiasi, dan diakui sebagai bagian dari perusahaan. Budaya itu bahkan membuat karyawan peduli terhadap satu sama lain, baik dalam urusan pekerjaan ataupun di luar pekerjaan.

“Apakah kebiasaan ini sebanding dengan hasilnya? Ya. Saya pikir ini merupakan hal yang dapat membangun budaya positif di dalam perusahaan,” ujar Yellen, dilansir Fox Business. “Kebiasaan ini membuat karyawan tahu dan paham mereka penting, juga merasa diingat dan memiliki nilai,” tambah Yellen.

Kartu ucapan selamat atau doa hasil tulis tangan Yellen juga dikoleksi para karyawan. Hal itu merupakan barang langka mengingat pada zaman sekarang semuanya sudah ditulis dan dibuat dalam format digital. Kartu ucapan selamat atau doa digital tersebut dikirim melalui surat elektronik atau aplikasi pengiriman pesan.

“Saya kira mempertahankan tulisan tangan penting karena berbeda dengan e-mail dan pesan digital,” ujar Yellen. Atas kebiasaan itu, Yellen mengaku kurang senang berkomunikasi melalui ponsel, baik sambungan telepon ataupun teks. Dia lebih suka bertatap muka karena dapat memahami emosi lawan bicara.

Seperti dilansir Business Insider, pada periode awal Yellen dipandang sinis para karyawannya karena menerima pekerjaan melalui kakak ipar laki-lakinya. Yellen tak menyangkal hal itu. Namun, dia berupaya menepis keraguan tersebut dengan bekerja sebaik mungkin, adil, dan bijak dalam mengambil beragam keputusan.

Beberapa kartu ucapan yang sering ditulis tangan Yellen ialah kartu ucapan selamat tahun, kartu ucapan terima kasih, kartu ucapan selamat libur, dan kartu doa semoga lekas sembuh. “Kami akhirnya mulai berkomunikasi lebih sering dan saya senang karena apa yang saya lakukan memberikan nilai lebih,” kata Yellen.

Yellen merupakan pebisnis dan penulis buku asal Amerika Serikat (AS). Kehidupannya ketika masih anak-anak tidak mudah karena ayahnya sakit dan bergantung kepada obat pengurang rasa nyeri, methadone. Yellen yang lahir pada 16 Januari 1958 dan memiliki tiga saudara diurus seorang diri oleh ibunya.

Yellen sekolah di Southfield-Lathrup High School. Namun, dia putus sekolah karena harus membantu keluarganya. Pria yang dikaruniai dua anak itu baru meraih gelar sarjana di usia 53 tahun. Awalnya, dia bekerja sebagai sales di perusahaan kakak iparnya, Quality Awning & Construction, yang kini menjadi Belfor.

Yellen diangkat menjadi CEO pada 2001. Di bawah kepemimpinannya, Belfor menjadi perusahaan restorasi terbesar di dunia yang beroperasi di 29 negara pada 2016. Namun, Belfor telah dijual kepada firma ekuitas asal New York pada April. Kesepakatan itu diketahui Komisi Eropa dan American Securities LLC.

Pendapatan tahunan Belfor mencapai USD1,96 miliar (Rp27,7 triliun) pada tahun lalu, naik 9% dibanding 2017. Sekitar 40% pendapatan Belfor berasal dari luar AS. Sesuai American Securities, Yellen menjabat CEO, Michael Yellen COO, Theresa William wakil presiden eksekutif, dan Rusty Amarante sebagai direktur operasi.

Belfor pindah dari Denver menuju Michigan pada 2001 setelah mengakuisisi Masco Corp’s Inrecon LLC, salah satu perusahaan restorasi terbesar di AS. Seperti dilansir Forbes, Belfor telah menggarap lebih dari 1 juta proyek. Nilai perusahaan ditaksir sekitar USD900 juta. Adapun kekayaan Yellen sekitar USD320 juta. (Muh Shamil)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak