alexametrics

Menko Darmin Sebut Ekonomi Kreatif Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

loading...
Menko Darmin Sebut Ekonomi Kreatif Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Menko Perekonomian Darmin Nasution. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Ekonomi kreatif (ekraf) kini menjadi sektor yang kian menjanjikan. Perkembangannya cukup pesat, baik ditilik dari nilai ekonomi maupun serapan tenaga kerjanya. Hal ini searah dengan tren perekonomian dunia yang mulai bergeser kepada ekonomi yang berbasis ide, kreativitas, dan inovasi.

Kondisi tersebut didukung oleh potensi bonus demografi yang dimiliki Indonesia hingga 2030 yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan industri brainware yang berbasis ide, kreativitas, dan inovasi.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, dengan potensi tersebut diharapkan ekraf menjadi salah satu strategi untuk mendorong inklusivitas.



“Bahkan bisa saja, ekraf menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional sebagaimana visi pengembangan yang ditetapkan dalam Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional," ujar Darmin di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Sementara itu, pesatnya perkembangan e-commerce di Indonesia juga diharapkan dapat memajukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan produk dalam negeri.

“Kami melihat bahwa dengan pemanfaatan e-commerce bagi UMKM dapat meningkatkan pemasaran dan membuka peluang ekonomi baru, sehingga pada ujungnya dapat menciptakan kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian Indonesia,” ujar Darmin.

Pemanfaatan e-commerce juga dapat menunjang efisiensi dan inklusivitas. Hasil riset McKinsey menyebutkan bahwa konsumen di luar Jawa mampu menghemat 11%-25% dari nilai belanjanya dengan menggunakan e-commerce dibandingkan dengan berbelanja secara konvensional. Kondisi ini harus dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk-produk kreatifnya, khususnya busana dan kuliner.

“Melalui e-commerce, akses pasar menjadi tidak terbatas. Pelaku usaha dapat memperluas pasar, baik ke pasar domestik, bahkan pasar global. Untuk di dalam negeri sendiri, jangan sampai pelaku usaha dan produk lokal kalah dengan yang impor,” tandasnya.

Meskipun saat ini, lanjut Menko, transaksi e-commerce masih banyak terpusat di Jakarta dan sekitarnya, namun ke depannya diharapkan akan lebih banyak UMKM dari luar Jawa yang tumbuh dan memasarkan produknya melalui e-commerce.

Untuk UMKM sendiri, mereka harus juga mampu meningkatkan kapasitasnya, baik dari aspek produksi, pemasaran, pengiriman atau distribusi produk, hingga manajemen perusahaan. Di sini, pemerintah berkomitmen melakukan pendampingan dan pengawalan terhadap para pelaku UMKM dari hulu hingga hilir.

“Tentunya dalam upaya tersebut, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri. Sangat diperlukan dukungan dari platform marketplace yang lebih memahami model bisnis e-commerce,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sejalan dengan berkembangnya e-commerce, peluang bagi perempuan untuk bekerja dengan waktu yang lebih fleksibel semakin terbuka lebar. "Apalagi pekerjaan berdagang ini dapat dilakukan dari rumah (remote)," jelasnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak