alexametrics

IHSG Jaga Tren Positif di Akhir Sesi, Bursa Asia Variatif

loading...
IHSG Jaga Tren Positif di Akhir Sesi, Bursa Asia Variatif
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Rabu (16/10/2019) ditutup menghijau untuk menjaga tren positif sejak pembukaan pagi tadi. Foto/Ilustrasi, SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Rabu (16/10/2019) ditutup menghijau untuk menjaga tren positif sejak pembukaan pagi tadi. Lonjakan IHSG terjaga hingga sesi akhir menjadi 6.169,59 lewat peningkatan 11,43 poin yang setara 0,19%.

Sebelumnya pada awal perdagangan, bursa saham Tanah Air tercatat naik 16,730 poin atau 0,272% menjadi 6.174,90. Raihan tersebut lebih baik dari penutupan Selasa (15/10) yang bertengger di 6.158,17.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,89 triliun dengan 15,35 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp195,27 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,61 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,41 triliun. Tercatat sebesar 217 saham menguat, 231 melemah dan 150 stagnan.



Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) naik Rp200 menjadi Rp5.250, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) bertambah Rp200 menjadi Rp4.900 dan PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS) melonjak Rp195 ke posisi Rp980.

Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Grand Kartech Tbk. (KRAH) turun Rp370 menjadi Rp1.125, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) menyusut Rp360 menjadi Rp4.190 serta PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) lebih rendah Rp250 menjadi Rp54.650.

Di sisi lain pasar saham Asia Pasifik bergerak variatif mengiringi mencuatnya harapan dalam negosiasi Brexit serta pemangkasan suku bunga acuan di Korea Selatan (Korsel). Terpantau indeks Nikkei Jepang meningkat 1,20% untuk bertenggar pada level 22.472,92 saat kebanyakan sektor mencetak keuntungan seperti automotif, teknologi hingga ritel.

Tren kenaikan juga terlihat pada indeks Kospi di Korea Selatan lewat peningkatan 0,71% menjadi 2.082,83. Hal itu setelah Bank Sentral Korea Selatan baru saja memangkas suku bunga untuk kedua kalinya dalam tiga bulan pada hari Rabu, seperti yang diharapkan para pelaku pasar usai pertama kali pemotongan dilakukan pada bulan Juli.

Sementara saham daratan China tertekan, dimana Komposit Shanghai menyusut 0,41% hingga menyentuh level 2.978,71 serta mengiringi penurunan Shenzhen sebesar 0,40% di posisi 1.635,31. Berbanding terbalik indeks Hang Seng di Hong Kong justru mendapatkan tambahan 0,63% di tengah gejolak politik yang masih terjadi. Selanjutnya bursa utama Australia yakni ASX 200 melonjak 1,27% menjadi 6.736,50.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak