alexametrics

IHSG Berakhir Naik Ditopang Aksi Beli Asing Rp3,05 Triliun, Bursa Asia Mixed

loading...
IHSG Berakhir Naik Ditopang Aksi Beli Asing Rp3,05 Triliun, Bursa Asia Mixed
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Kamis (17/10/2019) berakhir naik untuk menjaga tren positif dengan menanjak 11,42 poin atau 0,19%. Foto/Dok, SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Kamis (17/10/2019) berakhir naik untuk menjaga tren positif sepanjang pekan ini, meski terkoreksi dari pembukaan. Hingga akhir sesi, IHSG menanjak 11,42 poin atau 0,19% ke posisi 6.181,01.

Sebelumnya pada awal perdagangan, bursa saham Tanah Air telah tampil dengan peningkatan dimana bertambah 18,640 poin atau setara 0,302% menjadi 6.188,23. Raihan itu lebih baik dari penutupan Rabu (16/10) yang bertengger di 6.169,59.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,26 triliun dengan 17,16 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp208,71 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,84 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,05 triliun. Tercatat sebesar 232 saham menguat, 185 melemah dan 169 stagnan.



Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) naik Rp250 menjadi Rp6.625, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS) bertambah Rp245 menjadi Rp1.225 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melonjak Rp125 ke posisi Rp7.375.

Sementara saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp550 menjadi Rp54.100, PT Pool Advista Indonesia Tbk. (POOL) jatuh Rp200 menjadi Rp1.800 serta PT Grand Kartech Tbk. (KRAH) merosot Rp195 menjadi Rp930.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham wilayah Asia Pasifik diperdagangkan mixed alias variatif pada perdagangan Kamis, saat investor tetap waspada terhadap prospek pertumbuhan global. Ditambah negosiasi Brexit yang sedang berlangsung antara Britania Raya dan Uni Eropa masih menjadi perhatian para pelaku pasar.

Tren penurunan terlihat pada pasar saham daratan China, dimana Komposit Shanghai menyusut 0.05% yang setara dengan 1,38% pada level 2,977.33 sedangkan Komposit Shenzhen ditutup cenderung mendatar. Sementara indeks Hang Seng, Hong Kong mendapatkan tambahan sebesar 0,69% untuk berakhir menghijau.

Saham pengembang properti yang melompat setelah pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengumumkan, bakal mengurangi shortage perumahan serta meredam aksi protes anti pemerintah. Hal itu menjadi sentimen positif yang mendorong bursa Hang Seng lebih tinggi.

Indeks Nikkei Jepang secara fraksional ditutup lebih rendah pada level 22.451,86 untuk mengiringi kejatuhan indeks Topix sebesar 0,45% menjadi 1.624,16. Selanjutnya bursa utama Korea Selatan yakni indeks Kospi menyusut 0,23% menjadi 2.077,94.

Saham di Singapura jatuh saat indeks Straits Times turun 0,64% pada sore harinya. Negara Asia Tenggara yang baru-baru ini menghindar resesi teknis, mengatakan pada hari Kamis yang ekspor non-minyak domestik tergelincir oleh 8,1% pada bulan September atau lebih buruk daripada perkiraan yakni jatuh 7%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak