alexametrics

Permintaan Energi Bersih Dunia Terus Meningkat

loading...
Permintaan Energi Bersih Dunia Terus Meningkat
Berdasarkan data BP Stastical Review 2019, kontribusi energi terbarukan dan gas alam bakal menyumbang 85% konsumsi global pada 2040 mendatang. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - British Petroleum (BP) melaporkan permintaan energi bersih dunia akan terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan data BP Stastical Review 2019, kontribusi energi terbarukan dan gas alam bakal menyumbang 85% konsumsi global pada 2040 mendatang.

“Energi terbarukan mengalami pertumbuhan permintaan yang tinggi. Hari ini mungkin pertumbuhannya baru 3-4%, tapi ke depan pada 2040 pertumbuhannya mencapai 15% per tahun,” ujar Group Chief Economist BP Spencer Dale, di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Menurut dia, tingginya permintaan energi bersih ke depan karena tuntutan dunia terhadap perubahan iklim sehingga pencarian sumber energi pun juga dituntut untuk beralih ke yang lebih rendah emisi. Dengan adanya transisi energi tersebut, imbuhnya pertumbuhan energi terbarukan tumbuh lebih cepat dibandingkan energi primer.



“Energi terbarukan akan tumbuh 15% dalam kurun waktu 40 tahun atau lebih cepat dibandingkan energi lain dengan potensi lebih 50 tahun,” ungkapnya.

Di sisi lain, BP menerangkan bauran energi pembangkit listrik sejak 1998-2018 masih di dominasi energi primer yakni, batu bara. Ditambah Ia melaporkan, permintaan energi minyak juga terus meningkat tajam terutama di sektor transportasi. Adapun energi minyak menjadi penyumbang terbesar dalam penggunaan energi primer yakni, sebesar 45% pada 2018. Padahal tingkat produksi minyak Indonesia terus menurun dalam 10 tahun terakhir.

Tahun lalu, produksi minyak turun sebesar 3,5%. Angka tersebut di atas rata-rata penurunan produksi minyak selama 10 tahun terakhir yakni sebesar 1,5%. Adapun permintaan energi primer di Indonesia secara keseluruhan meningkat sebesar 4,9%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak