alexametrics

Pasokan Listrik Andal, PLN Sasar Industri Makro dan Mikro di Sultra

loading...
Pasokan Listrik Andal, PLN Sasar Industri Makro dan Mikro di Sultra
PLTMG Nii Tanasa 50 MW di Kendari. Interkoneksi sistem kelistrikan Sulsel-Sultra membuat pasokan listrik PLN semakin andal. Foto/Dok.PLN
A+ A-
KENDARI - Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini telah terinterkoneksi yang ditandai dengan tersambungnya ruas transmisi antara Malilili dan Lasusua pada 19 September 2019 lalu. Interkoneksi tersebut memungkinkan daya mampu yang dapat dievakuasi dari sistem Sulsel sebesar 400 MW ke Sultra membuka peluang investasi bisnis dari pelanggan industri di Sultra.

General Manager PLN PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar) Ismail Deu menegaskan, saat ini PLN siap melayani kebutuhan listrik investor di Sulawesi Tenggara.

"Kami siap melayani investor kapanpun, dimanapun, dan berapapun dayanya. Interkoneksi ini memberi peluang kepada investor untuk berinvestasi tanpa khawatir akan pasokan energi listrik, sistem kami pun semakin andal karena adanya penurunan beban," tegas Ismail di Kendari, Kamis (17/10/2019).



Salah satu pelanggan industri makro PLN yaitu PT Ceria Nugraha Indotama, perusahaan tambang yang memiliki smelter nikel, telah menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) layanan khusus Premium Platinum bersama UIW Sulselrabar dengan daya 350 MVA di awal bulan ini.

Selain sektor industri makro, PLN juga menyasar pelanggan industri mikro di Sulawesi Tenggara. Salah satunya konversi energi dari genset ke listrik daya 197 kVA oleh pengusaha penggilingan padi UD Sinar Swastika di Kabupaten Konawe. Dengan konversi tersebut pelanggan dapat menghemat biaya produksi sebesar 30-50% setelah beralih menggunakan listrik.

Ketut Swastika, pemilik dari usaha tersebut mengatakan, keuntungan yang didapatkan adalah hilangnya biaya untuk pembelian solar serta pemeliharaan material karena genset sudah di nonaktifkan.

"Dengan menjadi pelanggan PLN, kami banyak menghemat, biaya untuk pembelian solar sudah tidak diperlukan, banyak sekali kendala memakai genset, semenjak menjadi pelanggan PLN kami bisa menghemat banyak," kata Ketut.

PLN memproyeksikan pertumbuhan pelanggan besar di Sulawesi Tenggara pada tahun 2025 sebesar 710 MW. Sampai dengan saat ini di Provinsi Sulawesi Tenggara sudah ada empat pelanggan industri yang sudah menandatangani SPJBTL dengan keseluruhan total daya sebesar 634 MVA.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak