alexametrics

Jerman Beli Produk Perkebunan Indonesia Sebesar USD7,58 Juta

loading...
Jerman Beli Produk Perkebunan Indonesia Sebesar USD7,58 Juta
Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Produk perkebunan dan rempah-rempah Indonesia berhasil meraup kontrak dagang melalui misi pembelian (buying mission) senilai USD 7,58 juta dengan Jerman pada gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2019.

"Nilai tersebut akan terus bertambah, mengingat terdapat beberapa transaksi yang berpeluang untuk direalisasikan dalam beberapa hari ke depan," ujar Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Adapun perusahaan asal Jerman dan pelaku usaha Indonesia yang menandatangani MoU, yaitu Indo Consult GmbH dengan Multi Rempah Sulawesi sebesar USD1,22 juta, Organic Food Indonesia (OFI) AR UG dengan PT Mega Inovasi Organik (USD3,70 juta), SAFFRON Company UG dengan CV Pilar Anugrah Sejahtera (USD556 ribu) dan PT Griya Boga Mandiri sebesar USD480 ribu.



Selain itu, akan dilakukan penandatanganan MoU antara Living Puppets GmbH dengan PT Sunindo Adipersada dengan nilai kontrak USD1,67 juta pada Sabtu (19/10).

Dubes Havas menyampaikan, pada gelaran TEI 2019 salah satu perusahaan asal Jerman, yakni Tramaco GmbH juga berhasil meraih penghargaan Primaduta Award 2019 untuk kategori kelompok Pasar Ekspor Potensial-Produk Manufaktur. Penghargaan ini diberikan berkat loyalitas perusahaan tersebut sebagai buyer bahan baku kimia dari Indonesia.

Nilai transaksi pembelian perusahaan ini mencapai USD9,25 juta dengan peningkatan 2,27% per tahun dalam lima tahun terakhir. Penghargaan Primaduta diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Dubes Havas.

Menurut Dubes Havas, terpilihnya Tramaco GmbH adalah bukti loyalitas dan bentuk kepercayaan pasar Jerman terhadap pemakaian produk Indonesia. Pembelian produk juga mencerminkan makin tingginya tren permintaan dan daya beli di pasar Jerman atas bahan baku kimia Indonesia yang telah memenuhi standar regulasi Jerman, maupun Uni Eropa.

"Keberhasilan tersebut tidak lepas dari jejaring kemitraan yang solid antara 16 eksportir Indonesia dan importir Jerman yang difasilitasi Kedutaan Besar Indonesia di Berlin dan Indonesian Trade Promotion Center Hamburg," kata Dubes Havas.

Dubes Havas juga menyampaikan dukungan atas kemitraan antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) dan Import Promotion Desk (IPD) Jerman. IPD Jerman merupakan institusi yang dibiayai Pemerintah Jerman dalam melakukan pembinaan kepada perusahaan Indonesia mempromosikan produk kayu ringan Indonesia.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak