alexametrics

Tujuh Sosok Kandidat Menteri Ekonomi Versi Para Ekonom

loading...
Tujuh Sosok Kandidat Menteri Ekonomi Versi Para Ekonom
Nama-nama calon menteri di kabinet baru pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin terus jadi bahan perbincangan. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Sehari menjelang pelantikan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2024, prediksi nama-nama calon menteri dalam kabinet baru masih jadi bahan perbincangan. Di kalangan ekonom pun tak ketinggalan, nama-nama calon menteri ekonomi menjadi topik panas diskusi dan pembahasan.

Para ekonom umumnya berharap agar Jokowi memilih menteri-menteri ekonomi yang berkompeten. Sebab, menteri ekonomi yang berkompeten dan berkualitas diyakini sebagai syarat utama untuk mendorong maju perekonomian Indonesia di tengah tantangan global yang semakin berat.

"Menteri-menteri ekonomi yang kompeten dan menguasai medan perlu agar pembangunan Indonesia lebih baik lagi," tegas Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad kepada SINDOnews beberapa waktu lalu.



Berikut nama-nama kandidat menteri ekonomi di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin yang muncul dalam prediksi di kalangan ekonom yang dikumpulkan SINDOnews:

1. Sri Mulyani
Menteri Keuangan di kabinet Jokowi-JK ini selalu muncul dalam daftar kandidat menteri kabinet baru. Prestasinya yang mendunia, pengakuan atas kompetensinya yang terlihat dari jabatan direktur pelaksana Bank Dunia yang pernah dijabatnya, membuat kalangan ekonom yakin Sri Mulyani akan kembali dimintai bantuan oleh Jokowi untuk mengawal pembangunan ekonomi Indonesia.

Perempuan kelahiran Tanjung Karang, Lampung, 26 Agustus 1962 ini adalah anak ketujuh dari sepuluh bersaudara dari pasangan Prof Satmoko dan Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko. Wanita dengan zoidak Virgo ini mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di kota kelahirannya, tepatnya di SMPN 2 Bandar Lampung. Kemudian, melanjutkan sekolahnya ke SMAN 3 Semarang.

Setelah itu, Sri Mulyani Indrawati melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang lulus tahun 1986. Lalu, dua tahun kemudian ia melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Amerika Serikat, tepatnya di University of lllinois Urbana Champaign dengan gelar Master of Science of Policy Economics (1990) dan PhD of Economics (1992). Untuk kabinet baru ini, Sri Mulyani diprediksi akan menjadi Menko Bidang Perekonomian.

2. Chatib Basri
Lahir di Jakarta, 22 Agustus 1965, Muhamad Chatib Basri kaya akan prestasi-prestasi yang membanggakan. Mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Chatib pernah dinobatkan sebagai the most outstanding student di tingkat fakultas dan universitas.

Memulai karirnya sebagai Asisten Peneliti di Department of Economics, Research School of Pacific and Asian Studies pada tahun 1994-2001, karir peneliti Chatib terus menanjak di beberapa institusi pendidikan lokal maupun internasional. Pada tahun 2004-2005, dia menjabat sebagai penasihat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Chatib juga pernah menjabat sebagai Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 pada 2006-2010. Jabatan Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional juga pernah diembannya pada periode 2010-2012. Pada bulan Juni 2012, Chatib Basri ditugaskan menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Selanjutnya, dia ditunjuk untuk menjabat sebagai menteri keuangan pada 21 Mei 2013 dan menjabat sampai dengan berakhirnya Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II pada tanggal 20 Oktober 2014.

Sarat pengalaman di bidang ekonomi, jika masuk di kabinet baru Jokowi-Ma'ruf Amin, pos menteri keuangan diprediksi akan dijabat oleh Chatib Basri.

3. Basuki Hadimuljono
Basuki Hadimuljono lahir di Surakarta, Indonesia pada 5 November 1954. Pada tahun 1979 Basuki meraih gelar Sarjana (S1) Teknik Geologi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kemudian ia melanjutkan Magister (S2) dan Doktor (S3) Teknik Sipil di Colorado State University, AS di bidang pengairan. Ia memperoleh beasiswa S2 dan S3 tersebut dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, tempat di mana ia bekerja hingga sekarang.

Karir yang pernah dijabat Basuki adalah Komisaris Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk , lalu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum periode 2005-2007. Setelah itu, ia menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum periode 2007–2013. Terakhir, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum periode 2013. Para ekonom percaya Basuki akan dipertahankan Jokowi sebagai menteri PUPR dalam kabinet selanjutnya.

4. Arcandra Tahar
Nama Arcandra Tahar mengemuka secara luas saat reshuffle Kabinet Kerja di mana dia ditunjuk sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggantikan Sudirman Said. Namun, dinamika mengenai kewarganegaraan Arcandra yang lama tinggal di Amerika Serikat (AS) pada akhirnya membuat dia berlabuh di posisi wakil menteri ESDM.

Namun, dengan kepiawaiannya di bidang energi, pengalamannya sebagai orang kedua di Kementerian ESDM selama ini, pencetus skema gross split sebagai pengganti cost recovery ini diyakini para ekonom akan membuatnya didapuk sebagai menteri ESDM pada kabinet yang baru.

"Kalau kita lihat dari kemampuannya sudah tidak kita ragukan lagi karena sosok Arcandra sangat paham mengenai isu energi," ujar Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan kepada SINDOnews.

5. Ignasius Jonan
Ignasius Jonan adalah sosok yang sudah tidak asing di pemerintahan, berkat sejumlah jabatan penting yang pernah diembannya. Saat menjabat sebagai direktur utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), masyarakat terkagum-kagum dengan modernisasi dan peningkatan layanan dari BUMN kereta api tersebut.

Pengalamannya sebagai dirut KAI dan menteri perhubungan membuatnya diprediksi para ekonom sebagai kandidat kuat menteri perhubungan selanjutnya. "Kalau menteri perhubungan memang harus yang mengenal teknis dan tahu permasalahan di sektor perhubungan," ujar pengamat sektor perhubungan Danang Parikesit.

6. Dwi Soetjipto
Dwi Soetjipto adalah salah satu eksekutif sukses Indonesia. Ia mendapat sorotan positif karena dianggap berhasil melakukan konsolidasi industri semen nasional. Kepiawaiannya di bidang manajemen membuat Dwi Soetjipto didapuk sebagai direktur utama PT Pertamina (Persero). Rekam jejaknya pun sangat positif dengan mengangkat kinerja BUMN energi terintegrasi tersebut.

Berbekal S3 Ilmu Manajemen Kekhususan Manajemen Stratejik, Universitas Indonesia, S2 Manajemen Universitas Andalas Padang, S1 Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, eksekutif serba bisa ini sekarang dipercaya sebagai Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK) Migas.

Kenyang berkecimpung di BUMN dan memiliki pengalaman sebagai pejabat pemerintah, Dwi Soetjipto diyakini berpotensi diplot sebagai menteri BUMN menggantikan Rini di kabinet berikut. "Untuk menteri BUMN itu harus yang transparan, tidak korupsi atau mementingkan kepentingan pribadi," ujar pengamat BUMN Said Didu. Kriteria yang disebut Said tersebut jelas cocok dengan rekam jejak Dwi Soetjipto.

7. Susi Pudjiastuti
Nama Susi Pudjiastuti makin santer setelah ia didaulat menjadi menteri Kelautan dan Perikanan dalam kabinet kerja 2014-2019 oleh Presiden Joko Widodo. Berbekal pengalaman langsung di lapangan sebagai penjual ikan di Pangandaran yang mampu meningkatkan kapasitasnya hingga menjadi pengusaha perikanan dan penerbangan, Susi dinilai masih sosok yang tepat untuk posisi menteri KKP.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak