alexametrics

Angka Literasi Rendah, Askrindo Gencar Tingkatkan Kesadaran Berasuransi

loading...
Angka Literasi Rendah, Askrindo Gencar Tingkatkan Kesadaran Berasuransi
Askrindo menyelenggarakan kegiatan Literasi Asuransi di lima Kota yaitu, Mataram, Ternate, Tarakan, Gorontalo dan Kupang. / Foto: ist
A+ A-
JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo menyelenggarakan kegiatan Literasi Asuransi di lima Kota yaitu, Mataram, Ternate, Tarakan, Gorontalo dan Kupang sebagai upaya membantu pemerintah meningkatkan angka literasi asuransi, melihat rendahnya angka literasi. Melihat data survey Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2016, menunjukkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk berasuransi masih rendah.

Sekretaris Perusahaan PT Askrindo (Persero), Denny S. Adji menjelaskan, mengingat angka literasi yang masih rendah, Askrindo selaku BUMN dan lembaga keuangan yang bergerak di bidang perasuransian turut wajib mensosialisasikan apa itu asuransi dan pentingnya berasuransi. Menurut data OJK pada 2016, bahwa indeks tingkat literasi asuransi turun menjadi 15,8% dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 17,84%. Padahal tingkat utilitas tahun 2016 mencapai 12,08 persen, naik dari hasil survei tahun 2013 di angka 11,81%.

"Dalam rangka hari asuransi tahun ini, kami menyelenggarakan program literasi asuransi di daerah yang relatif angka literasi asuransinya masih sangat rendah yakni, Mataram, Ternate, Tarakan, Gorontalo dan Kupang," ucapnya di Jakarta.



Kegiatan ini menyasar siswa Sekolah Menengah Atas/Kejuruan, diikuti oleh 535 orang siswa dengan rata-rata jumlah peserta di tiap daerah sebanyak 107 siswa.

Dalam kegiatan literasi yang diselenggarakan, Askrindo membahas tentang hal mendasar mengapa perlu adanya asuransi dan pentingnya berasuransi, yaitu hubungan antara risiko dan asuransi. Selain itu, dijelaskan juga jenis-jenis asuransi dan manfaatnya.

Kegiatan ini sebagai upaya membantu meningkatkan literasi keuangan, dimana berdasarkan data survey OJK yakni dari 100 orang Indonesia hanya 15-16 orang yang mengenal lembaga keuangan asuransi. Sementara hanya ada 12 orang yang sudah menggunakan jasa asuransi.

"Kebanyakan masyarakat menganggap bahwa asuransi itu hanya ada asuransi kesehatan saja, padahal masih banyak produk produk yang dapat melindungi mereka dari risiko yang hadir dalam kegiatan sehari-hari, seperti asuransi kecelakaan diri atau asuransi perjalanan yang merupakan salah satu produk dari Askrindo, atau asuransi pendidikan yang dimiliki oleh perusahaan asuransi lain," ujar Denny.

Tidak hanya dalam rangka memperingati Hari Asuransi kali ini saja, Askrindo telah melakukan literasi asuransi dalam beberapa kesempatan, diantaranya dalam program CSR lingkungan yang dilaksanakan rutin tiap bulan.

Dalam program Askrindo Peduli Sungai Ciliwung, Askrindo menggagas salah satu program, yaitu literasi bersih sungai. Tidak jarang pada kesempatan tersebut Askrindo membahas risiko degradasi lingkungan dan kaitannya dengan pentingnya berasuransi.

Sama halnya ketika program Siswa Mengenal Nusantara, Askrindo tidak luput meliterasi siswa-siswa pertukaran pelajar tentang wawasan dan pentingnya berasuransi.

“Kami sadar tentang stereotip masyarakat terhadap asuransi, seperti klaim yang sulit, iuran yang mahal dan lain sebagainya. Namun kami terus berupaya melakukan pendekatan yang lebih halus melalui program-program kami yang lain, seperti penetrasi melalui kegiatan CSR maupun program kegiatan dari pemerintah dengan harapan nantinya secara perlahan masyarakat akan sadar betapa pentingnya berasuransi,” tambah Denny.

Sementara itu, guna menjawab tantangan digitalisasi serta masuk kedalam era millenial, Askrindo terus melakukan penetrasi secara digital, salah satunya dengan adanya aplikasi digiAsk yang bertujuan memudahkan masyarakat membeli serta menambah wawasan tentang pentingnya berasuransi.

"Tidak hanya pada saat momen hari asuransi saja, selain menggelar acara literasi seperti ini, kami juga secara rutin melakukan literasi melalui website, aplikasi digiAsk, dan sosial media yang kami miliki. Dengan begitu kita dapat membantu pemerintah meningkatkan angka pemahaman asuransi kepada masyarakat luas," pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak