alexametrics

NBA Sebut Industri Olahraga Indonesia Sangat Menjanjikan

loading...
NBA Sebut Industri Olahraga Indonesia Sangat Menjanjikan
Direktur Pelaksana NBA Asia Scott Levy. Foto/SINDOnews/Inda Susanti
A+ A-
JAKARTA - National Basketball Association (NBA) menilai bisnis olahraga di Indonesia semakin menjanjikan. NBA pun berkomitmen mengembangkan olahraga basket di Tanah Air melalui kemitraan dengan pemerintah dan lembaga pendidikan di sejumlah propinsi.

Direktur Pelaksana NBA Asia Scott Levy mengatakan, kesuksesan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 menunjukkan besarnya peluang dari industri olahraga di Indonesia.

"Negara ini sudah dengan luar biasa spektakuler menyelenggarakan ajang Asian Games 2018. Saya rasa Indonesia punya masa depan yang luar biasa menjanjikan di industri olahraga," ujar Levy menjawab pertanyaan SINDOnews di sela penandatanganan kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan Junior National Basketball Association (Jr.NBA) di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Dengan menjadi tuan rumah Asian Games, lanjut dia, fasilitas dan venue untuk semua cabang olahraga di Indonesia juga diperbaiki atau dibangun baru sesuai standar internasional. Hal ini tentunya memperbaiki daya saing Indonesia di industri olahraga Asia, dimana negara ini siap menggelar ajang turnamen atau kompetisi di semua cabang olahraga.

Mengutip portal Statista, pendapatan di segmen acara olahraga (sports events) di Indonesia diperkirakan mencapai USD90 juta pada 2019. Pendapatan ini diharapkan menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR 2019-2023) sebesar 13,8%, menghasilkan volume pasar USD151 juta pada 2023. Sedangkan penetrasi pengguna tahun ini berkisar 1,5% dan diperkirakan akan mencapai 1,6% pada tahun 2023.

Levy menambahkan, NBA Asia juga melihat adanya komitmen dan langkah nyata dari pemerintah serta stakeholders olahraga di Indonesia dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang olahraga sejak dini.

"Kerja sama Jr NBA dengan pemprov DKI Jakarta yang ditandatangani hari ini juga menunjukkan perhatian pemerintah kepada SDM untuk memastikan bahwa venue-nya di sini, skillset-nya disini, dan anak-anak punya akses untuk bermain basket sedari usia dini, yang mana itu sangat penting," tuturnya. (Baca Juga: Pertama di Dunia, DKI-Jr.NBA Kerja Sama Susun Kurikulum Pelatihan Basket)

Sejak diluncurkan pada 2014, ungkap Levy, program pelatihan olahraga basket Jr NBA telah menjangkau lebih dari 16,5 juta anak di Indonesia di sekitar 35.000 sekolah. Kemitraan telah dijalin NBA dengan pemerintah daerah di 21 kota/propinsi di Indonesia diantaranya Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Selatan.

Levy optimistis program kerjasama tersebut akan terus berkembang pada tahun-tahun mendatang. "Saya sangat yakin pada tahun depan dan seterusnya akan bertumbuh," tukasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Jr NBA sebagai salah satu institusi terbaik dalam pelatihan olahraga basket. Dia pun berharap kemitraan tersebut dapat menumbuhkan potensi dan talenta-talenta olahraga basket sejak dini.

"Harapannya pada jangka panjang dengan kita bermitra dengan baik bisa memunculkan bibit-bibit terbaik untuk nantinya anak-anak kita bisa berada di gelanggang internasional membawa nama baik Indonesia," ujarnya. Anies pun berjanji semua fasilitas olahraga di semua tempat di Ibukota akan diperbaiki secara bertahap.

Sebagai informasi, NBA bermula dari liga basket pria yang didirikan di New York, Amerika Serikat (AS) pada 1946. NBA berkembang menjadi bisnis olahraga dan media global yang dibangun dengan fokus pada empat liga olahraga profesional yaitu NBA, Women's NBA, NBA G League, dan NBA 2K League.

NBA mengukuhkan eksistensi internasional melalui pertandingan dan programnya yang hadir di 215 negara dan wilayah dalam 50 bahasa, serta menjual merchandise di lebih dari 100.000 toko di 100 negara di enam benua.

Melalui NBA Cares, liga ini menyentuh masalah sosial yang vital dengan bekerja bersama organisasi-organisasi kepemudaan berskala internasional yang peduli kepada pendidikan, pengembangan pemuda dan keluarga, serta isu-isu kesehatan.
(ind)
preload video
BERITA TERKAIT
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak