alexametrics

Investor Asing Wait and See Susunan Kabinet Jokowi-Ma'ruf

loading...
Investor Asing Wait and See Susunan Kabinet Jokowi-Maruf
Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudisthira menilai investor asing masih wait and see mencermati susunan kabinet yang akan dipilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Menurut Bhima, saat ini investor asing lebih mencermati perkembangan global, terutama perundingan dagang Amerika Serikat dan China dibandingkan susunan kabinet yang akan dipilih Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Karena tekanan global yang besar bisa ikut mempengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah. Instabilitas politik di Hong Kong, Brexit, dan perang dagang mengubah strategi pengelolaan dana para investor di negara berkembang yang membuat investor asing lebih memilih hal tersebut dibandingkan rencana susunan kabinet di Indonesia," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Minggu (20/9/2019).



Bhima mengatakan dibandingkan periode pertama Jokowi, periode kali ini, Jokowi effect tidak menarik bagi investor asing. "Jokowi effect sudah sudah memudar bagi investor asing," jelasnya.

Karena itu, kata dia, Presiden Jokowi harus memilih menteri ekonomi yang sesuai dengan perkembangan ekonomi dunia saat ini. Pemilihan menteri ekonomi yang tepat bisa mencegah rupiah tertekan lebih dalam.

Ia pun mengatakan, jelang pelantikan, dana asing justru mencatatkan nett sell atau jual bersih di pasar saham sebesar Rp1,35 triliun. Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan tipis 0,04% sepekan terakhir menjadi Rp14.145 per USD, pada penutupan Jumat pekan lewat. Sementara, IHSG meskipun menguat 1% sepekan sebelum pelantikan tapi lebih didorong optimisme investor domestik.

"Pos-pos strategis menteri yang menentukan kebijakan teknis dianggap lebih penting bagi keputusan investasi dibanding pelantikan hari ini. Jadi jangan salah memilih menteri ekonomi agar rupiah tidak tertekan," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak