alexametrics

Lewat PKBM, Kementan Pikat Genersi Muda dengan Mekanisasi

loading...
Lewat PKBM, Kementan Pikat Genersi Muda dengan Mekanisasi
Mekanisasi pertanian bisa meningkatkan anak muda terjun ke sektor pertanian. Foto/Dok.
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) pikat generasi muda terjun ke pertanian lewat mekanisasi. Salah satunya di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, lewat program Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi(PKBM) melalui pembangunan Warehouse Unit Pengelolaan Jasa Alsintan (UPJA).

"Perlu dukungan mekanisasi pertanian untuk mengubah pola mindset petani dari tradisional ke modern. Begitu juga untuk menarik minat generasi muda dan peningkatan produktivitas," kata Direktur Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, Minggu (20/10/2019).

Kementan, menurut dia, telah membangun proyek percontohan pengembangan pertanian modern di 5 lokasi se-Indonesia yaitu Tuban, Sukoharjo, Konawe Selatan, Barito Kuala dan Ogan Komering Ilir.



Proyek ini menurut Sarwo Edhy untuk mengurangi penyusutan jumlah tenaga kerja petani lantaran petani muda enggan turun ke sawah. Terlebih lagi, upah buruh tani yang masih rendah.

"Oleh karena itu, keberadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang modern bakal mampu menarik petani muda. Tidak hanya menarik minat saja, alsintan yang modern juga mampu menekan biaya produksi," ujarnya.

Sarwo Edhy menjelaskan, hingga saat ini sudah lebih dari 400.000 unit alsintan yang didistribusikan pemerintah. Jumlah ini bahkan meningkat 500% jika dibandingkan tahun sebelumnya.

"Bantuan alsintan ini terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Modernisasi dilakukan sebagai persiapan menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0," kata Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menambahkan, mekanisasi alsintan juga sudah menuju digitalisasi. Salah satu contohnya ialah traktor roda empat yang dapat dikendalikan dengan remote control dan drone penebar pupuk.

"Di Jawa, sudah banyak petani yang mengoperasikan alsintan dengan remote control. Tidak harus turun ke sawah, milenial cukup gunakan gawai," ungkap Sarwo Edhy.

Bupati OKI, Iskandar menyambut baik upaya ini. Dia juga mendorong digitalisasi pertanian untuk menarik minat milenial terjung ke bidang pertanian. Di era revolusi industri 4.0, menurut dia, anak muda cendrung lebih tertarik kepada teknologi.

"Untuk itu, kami mendukung upaya Kementan mengembangkan pertanian modern agar anak muda kita tertarik turun ke sawah, bertani cukup dengan remote control," ujar Iskandar.

Bupati Iskandar juga berkomitmen untuk memperluas layanan warehouse tidak hanya bagi petani di OKI juga di Sumatra Selatan.

"Di Indonesia baru ada 5, di Sumsel cuma ada di OKI, kita akan intervensi proyek percontohan ini melalui APBD agar manfaatnya tidak hanya bagi warga OKI juga bagi petani di Sumsel," pungkas Iskandar.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak